Senin, 07 Desember 2015

SHOLAT SUBUH KESIANGAN




A`ūdzu billāhi minas-syaitānir-rajīm.  Bismillahirohmanirohim

Jika Meninggalkannya Tidak Sengaja

Shalat subuh adalah salah satu shalat yang wajib dikerjakan pada waktunya oleh semua orang Muslim, kecuali ada halangan yang sah seperti wanita yang haid, dan sebagainya. Kalau kesiangan dan bangun telat, ada orang yang menjadi bingung dan ragu apakah masih boleh shalat atau tidak. Mereka menjadi bingung dan ragu karena mereka bertanya kepada teman dan teman itu menjawab “Haram shalat setelah matahari naik!” Oleh karena itu, orang tersebut mengabaikan shalat subuh dan tidak shalat sama sekali karena menganggap hal itu haram.

Itu suatu persepsi yang sangat keliru. Shalat subuh wajib dikerjakan, jam berapa saja kita bangun (dan begitu juga untuk semua shalat wajib yang lain). Kalau umpamanya kita capek, bangun pada waktu subuh dalam kondisi setengah sadar, matikan jam alarm, tidur lagi, dan bangun pada jam 8 pagi, maka pada saat bangun itu masih wajib mengerjakan subuh. Walaupun matahari sudah naik. Kenyataan bahwa matahari sudah naik tidak menghilangkan kewajiban untuk shalat.

jika luputnya shalat wajib disebabkan ketidaksengajaan, seperti ketiduran atau lupa misalnya, maka para ulama sepakat wajibnya qadha ketika dia sadar dan ingat.
Hal ini sesuai hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berikut ini:
“Sebenarnya bukanlah kategori lalai jika karena tertidur. Lalai adalah bagi orang yang tidak shalat sampai datang waktu shalat lainnya. Barang siapa yang mengalami itu maka shalatlah dia ketika dia sadar”.  (HR. Muslim, 311/681)
“Lalai bukanlah pada saat tidur. Lalai adalah ketika sadar. Maka jika salah seorang kalian lupa shalat atau tertidur, maka shalatlah ketika teringat shalat.”(HR. at-Tirmidzi (177), katanya: hasan shahih. Ibnu Majah (698))
“Barangsiapa yang lupa dari shalatnya maka shalatlah ketika dia mengingatnya, dan tidak ada kafarah (tebusan) kecuali dengan cara itu.”(HR. Muslim, 314/684)
Hadits-hadits ini menunjukkan bahwa meninggalkan shalat karena lupa dan tertidur, hendaknya diqadha dengan shalat juga ketika dia teringat. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menekankan hal itu dengan kata perintah: falyushalliha idza dzakaraha – maka shalatlah ketika teringat shalat.

Jika Shalat Subuh kelewatan karena tertidur, lalu bangun di waktu Dhuha, maka shalatlah Subuh saat itu. Begitu pula jika dia baru bangun di waktu Zhuhur, maka shalat subuhlah ketika dia ingat.
Semua ini sesuai perintah nabi shalatkah ketika teringat. 

Caranya adalah jika dia shalat sendiri maka Shalat Subuh dahulu, barulah Zhuhurnya, sesuai urutannya. Sedangkan jika berjamaah dengan  orang lain di masjid, maka ikuti shalatnya jamaah dulu (yakni Zhuhur), sebab tidak mungkin dia meminta jamaah untuk Shalat Subuh sebagaimana dirinya sebab jamaah lain tidak mengalami yang dia alami, jika sudah selesai barulah dia Shalat Subuh yang tertinggal itu.

tetapi yang paling utama dan disukai Allah Ta’ala adalah Shalat Subuh tepat pada waktunya. Janganlah hal demikian menjadi kebiasaan kita.
Dengan bangun pagi, kita akan mendapatkan keberkahan dari doa Rasulullah saw, “Ya Allah, berikanlah keberkahan pada umatku di waktu pagi-pagi.” (HR Ahmad).

Inilah yang Dilakukan oleh Rasulullah saat Beliau Kesiangan dalam Mengerjakan Shalat Subuh

Diriwayatkan dari Abu Qatadah r.a, yang berkata: Pada suatu malam kami menempuh perjalanan bersama Nabi s.a.w, sebagian orang mengatakan: “Ya Rasulullah! Sebaiknya kita beristirahat menjelang pagi ini.”

Rasulullah SAW bersabda: “Aku khawatir kalian tidur nyenyak sehingga melewatkan shalat subuh.”
 Kata Bilal: “Saya akan membangunkan kalian.”

 Mereka semua akhirnya tidur, sementara Bilal menyandarkan punggungnya pada hewan tunggangannya, namun Bilal akhirnya tertidur juga.

 Nabi SAW bangun ketika busur tepian matahari sudah muncul. Kata Nabi SAW: “Hai Bilal! Mana bukti ucapanmu?”

 Bilal menjawab: “Saya tidak pernah tidur sepulas malam ini.”

 Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah mengambil nyawamu kapanpun Dia mau dan mengembalikannya kapanpun Dia mau. Hai Bilal! bangunlah dan suarakan azan.”

Rasulullah SAW berwudhu, setelah matahari agak meninggi sedikit dan bersinar putih, Rasulullah SAW berdiri untuk melaksanakan shalat. (Hadits Shahih Imam Bukhari, nomor 595)

Siapa Yang Lupa Tidak Shalat, Segera Laksanakan Ketika Ingat

 Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a, bahwa Nabi s.a.w pernah bersabda: “Siapa yang lupa untuk melaksanakan shalat, maka laksanakanlah ketika ingat, tanpa kaffarah [denda] atas lupanya itu kecuali dengan mengerjakan shalat tersebut.” Kemudian Rasulullah s.a.w membaca ayat (yang artinya): “… dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (Al-Qur’an surat Thaahaa, ayat 14). (Hadits Shahih Bukhari, nomor 597)

 Rasulullah SAW Pernah Shalat Ashar Pada Waktu Maghrib
 Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah r.a, bahwa pada saat perang Khandaq, Umar bin Khattab datang setelah matahari terbenam. Umar mencaci-maki orang-orang kafir Quraisy.

 Kata Umar: “Ya Rasulullah! Saya hampir saja tidak melaksanakan shalat Asar sampai matahari hampir terbenam.”

 Nabi SAW bersabda: “Demi Allah! Aku belum melaksanakan shalat Asar.”

 Kata Jabir: “Kami pergi ke Buthhan, kemudian Nabi SAW berwudhu untuk shalat dan kami pun berwudhu, lalu Nabi SAW melaksanakan shalat Asar setelah matahari terbenam, setelah itu beliau melaksanakan shalat Maghrib,” (Hadits Shahih Bukhari, nomor 596).

Itulah tadi yang dilakukan oleh Rasulullah saat beliau telat melaksanakan shalat, maka kita sebagai hamba yang patuh terhadap rasulullah maka hendaklah kita meniru apa yang di lakukan rasulullah saat beliau telat saat melaksanakan shalat, karena Rasulullah juga termasuk manusia yang tak luput dari lupa seperti manusia lainnya. 

wallahu’alam bissawab

DARAH BILA BERCAMPUR DENGAN ...



Berikut fakta mengagumkan dari darah kita....

1). Apabila Gelas diisi air putih, ditetesi darah segar (manusia), maka air berubah menjadi merah karena darah tercampur rata tanpa diaduk.

● Kesimpulan:
Air putih itu sangat baik untuk tubuh/darah kita.

2). Gelas diisi air garam, ditetesi darah segar, diaduk. Tetap tidak tercampur dengan baik/rata, terlihat darah menggumpal kecil-kecil dan kental.

● Kesimpulan:
Terlalu banyak makan garam, darah jadi kental, menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah, jantung harus bekerja lebih keras memompanya.
Bisa berakibat darah tinggi dan stroke.

3). Gelas diisi minyak, ditetesi darah. Tidak mau bercampur dan menggumpal besar.

● Kesimpulan:
Terlalu banyak makan makanan berminyak tidak baik, kolesterol menyumbat pembuluh darah yang mengalir ke jantung, menyebabkan penyakit jantung yang amat riskan kematian karena bisa tiba-tiba anfal dan tidak tertolong.

4). Gelas diisi alkohol, ditetesi darah. Langsung bercampur, tapi lama-lama darah berubah warna menjadi coklat, berarti darah menjadi rusak.

● Kesimpulan:
Banyak para alkoholis meninggal dunia karena minum terlalu banyak, apalagi alkohol oplosan.
Klik "bagikan" maka anda akan mendapat saham kebaikan karena telah ikut menyampaikan informasi berharga ini untuk orang lain semoga bermanfaat untuk kesehatan tubuh dengan menjaga pola makanan setiap hari.....
Semoga bermanfaat juga

MERASAKAN NIKMATNYA SHOLAT



Bila engkau anggap shalat itu hanya sebagai penggugur kewajiban, maka kau akan terburu-buru mengerjakannya.

Bila engkau anggap shalat hanya sebagai sebuah kewajiban, maka kau tak akan menikmati hadirnya Allah saat kau mengerjakannya.

Anggaplah shalat itu pertemuan yang kau nanti dengan Tuhanmu.

Anggaplah shalat itu sebagai cara terbaik kau bercerita dengan Allah SWT.

Anggaplah shalat itu sebagai kondisi terbaik untuk kau berkeluh kesah dengan Allah SWT.

Bayangkan ketika "adzan berkumandang," tangan Allah melambai kepadamu untuk mengajak kau lebih dekat denganNya.

Bayangkan ketika kau "takbir," Allah melihatmu, Allah tersenyum untukmu dan Allah bangga terhadapmu.

Bayangkanlah ketika "rukuk," Allah menopang badanmu hingga kau tak terjatuh, hingga kau merasakan damai dalam sentuhan-Nya.

Bayangkan ketika "sujud," Allah mengelus kepalamu. Lalu Dia berbisik lembut di kedua telingamu : "Aku mencintaimu wahai hambaKu."

Bayangkan ketika kau "duduk di antara dua sujud," Allah berdiri gagah di depanmu, lalu mengatakan : "Aku tak akan diam apabila ada yang mengusikmu."

Bayangkan ketika kau memberi "salam," Allah menjawabnya, lalu kau seperti manusia berhati bersih setelah itu.

subhanallah  nikmat shalat yang kita lakukan. Tidak akan sia-sia yang menyebarkannya, tidak akan rugi orang yang membacanya.

semoga menuju derajat iksan


AMR

Selasa, 01 Desember 2015

BID'AH... lalu aku harus bagaimana…???


Aku pergi Tahlil…kau bilang amalan jahil…
Aku baca Shalawat Burdah…kau bilang itu Bid’ah…
Lalu aku harus bagaimana…???

Aku Bertawassul dengan baik…kau bilang aku Musyrik…
Aku ikut Majelis Dzikir…kau bilang aku Kafir…
Lalu aku harus bagaimana…???

Aku Shalat pakai Lafadz Niat…kau bilang aku Sesat…
Aku mengadakan Maulid…kau bilang tak ada Dalil yang Valid…
Lalu aku harus bagaimana…???

Aku Gemar Berziarah…kau bilang aku Alap-Alap Berkah…
Aku mengadakan Selamatan…kau bilang aku Pemuja Setan…
Lalu aku harus bagaimana…???

Aku pergi Yasinan…kau bilang itu tak Membawa Kebaikan…
Aku ikut Tasawuf Sufi…malah kau suruh aku Menjauhi…
Ya Sudahlah….aku ikut kalian.
.
Kan kupakai Celana Cingkrang….agar kau senang…
Kan kupanjangkan Jenggot…agar dikira berbobot…
Kan kuhitamkan Jidat…agar dikira Ahli Ijtihad…
Aku kan sering Menghujat…biar dikira Hebat…
Aku kan sering Mencela…biar dikira Mulia….
Ya Sudahlah….Aku pasrah pada Tuhan… Yang kusembah..
Lalu kau nyembah Tuhan yang mana...?

Puisi KH Mustofa Bisri ( Gus Mus )

Kamis, 26 November 2015

AYAH







Seringkali banyak cerita tentang kasih ibu kepada anaknya, tapi tahukah kamu  kelebihan seorang Ayah yang sering di rahasiakan kepada anaknya,
Berikut ini sebuah kisah tentang perjuangan seorang ayah :

Mungkin ibu lebih kerap menelpon untuk menanyakan keadaanku setiap hari, tapi apakah aku tahu, bahwa sebenarnya ayahlah yang mengingatkan ibu untuk meneleponku?

Semasa kecil,
ibukulah yang lebih sering menggendongku.Tapi apakah aku tau bahwa ketika ayah pulang bekerja dengan wajah yang letih ayahlah yang selalu menanyakan apa yang aku lakukan seharian,
walau beliau tak bertanya langsung kepadaku karena saking letihnya mencari nafkah dan melihatku terlelap dalam tidur nyenyakku.

Saat aku sakit demam, ayah membentakku “Sudah diberitahu, Jangan minum es!” Lantas aku merengut menjauhi ayahku dan menangis didepan ibu. Aku berpikir ayahku galak.
Tapi apakah aku tahu bahwa ayahlah yang risau dengan keadaanku, sampai beliau hanya bisa menggigit bibir dan mengerutkan dahinya menahan kesakitanku.

Ketika aku remaja,
aku meminta izin untuk keluar malam. Ayah dengan tegas berkata “Tidak boleh!
 ”Sadarkah aku, bahwa ayahku hanya ingin menjaga aku, beliau lebih tahu dunia luar, dibandingkan aku bahkan ibuku?
Karena bagi ayah, aku adalah hartanya yang sangat berharga dan patut dijaga. Saat aku sudah dipercayai olehnya, ayah pun melonggarkan peraturannya.
Maka kadang aku melanggar kepercayaannya. Ayahlah yang setia menunggu aku diruang tamu dengan rasa sangat risau, bahkan sampai menyuruh ibu untuk mengontak beberapa temannya untuk menanyakan keadaanku, ”dimana, dan sedang apa aku diluar sana.”

Setelah aku dewasa,
walau ibu yang mengantar aku ke sekolah untuk belajar, tapi tahukah aku, bahwa ayahlah yang berkata: “Ibu, temanilah anakmu, aku pergi mencari nafkah dulu buat kita bersama”
dan disaat aku merengek memerlukan ini – itu, untuk keperluan kuliahku, ayah hanya mengerutkan dahi, tanpa menolak, beliau memenuhinya dan cuma berpikir, kemana aku harus mencari uang tambahan, padahal gajiku pas-pasan dan sudah tidak ada lagi tempat untuk meminjam.

Saat aku berjaya.
Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untukku. Ayahlah yang mengabari sanak saudara, ”anakku sekarang sukses.”
Walau kadang aku cuma bisa membelikan baju koko itu pun cuma setahun sekali. Ayah akan tersenyum dengan bangga.

Dalam sujudnya ayah juga tidak kalah dengan doanya ibu, cuma bedanya ayah simpan doa itu dalam hatinya.

Sampai ketika nanti aku menemukan jodohku, ayahku akan sangat berhati – hati mengizinkannya.
Dan akhirnya, saat ayah melihatku duduk diatas pelaminan bersama pasanganku, ayahpun tersenyum bahagia.

Lantas pernahkah aku memergoki, bahwa ayah sempat pergi ke belakang dan menangis? Ayah menangis karena ayah sangat bahagia.
Dan beliau pun berdoa, “Ya Allah, tugasku telah selesai dengan baik. Bahagiakanlah putra putri kecilku yang manis bersama pasangannya.

Kini dihari tuanya,
Ingin rasanya aku berbakti kepadanya, memintanya untuk tinggal dirumahku. Tapi katanya “Aku cukup bahagia di rumah ini, wahai anakku gapailah kebahagianmu bersama keluargamu”

Pesan ibu kepadaku

Anakku..
Memang ayah tidak mengandungmu,
tapi darahnya mengalir di darahmu dan namanya melekat dinamamu …

Memang ayah tak melahirkanmu,
Memang ayah tak menyusuimu, tapi dari keringatnyalah setiap tetesan air susu yang kau minum…

Nak..
Ayah memang tak menjagamu setiap saat,
tapi tahukah kau dalam do’anya selalu ada namamu disebutnya …

Tangisan ayah mungkin tak pernah kau dengar,
karena dia ingin terlihat kuat agar kau tak ragu untuk berlindung di lengannya dan dadanya ketika kau merasa tak aman…

Pelukan ayahmu mungkin tak sehangat dan seerat bunda, karena kecintaanya dia takut tak sanggup melepaskanmu…
Dia ingin kau mandiri, agar ketika kami tiada kau sanggup menghadapi semua sendiri..

Bunda hanya ingin kau tahu nak..
bahwa… Cinta ayah kepadamu sama besarnya dengan cinta bunda..

Anakku…
didirinya juga terdapat surga bagimu… Maka hormati dan sayangi ayahmu.
Jauh didalam hatinya dia hanya ingin mampu membanggakanmu di mata Rasulullah, menjadi penolong di Padang Mahsyar serta menjadi hijab dari api neraka..

Dalam Hadist disampaikan, bahwa Rasullullah SAW bersabda:
"Jagalah selalu kecintaan dari ayahmu dan janganlah engkau memutuskannya, karena yang demikian lalu Allah SWT akan memadamkan cahaya dari padamu" (HR. Bukhari)

Terima Kasih Ayah

Kamis, 19 November 2015

KEMANA AKU BERSANDAR




Ketika aku bangun pagi dan merenungkan Kunci Sukses Hidup:

Jendela kamar bilang : "Lihat dunia di luar !!!"

Langit-langit kamar berpesan : "Bercita-citalah setinggi langit !!"

Jam dinding berkata : "Tiap detik itu berharga !!!"

Cermin bilang : "Berkacalah sebelum bertindak !!!"

Kalendar berbisik : "Jangan menunda sampai besok !!!"

Pintu berteriak : "Dorong yang keras, cepat pergi & berusahalah !!!"

TAPI ....... tiba-tiba ...

Lantai berbisik :
"BERLUTUT dan BERDOALAH karena kunci kesuksesan kita harus dimulai dengan DOA...."

Kita belajar....
bahwa tidak selamanya hidup ini indah, kadang Allah mengizinkan kita mengalami derita.
Tetapi kita tahu bahwa DIA tidak pernah meninggalkan kita, sebab itu kita harus belajar menikmati hidup dengan "BERSYUKUR".

Kita belajar ....
bahwa tidak semua yang kita harapkan akan menjadi kenyataan, kadang Allah membelokkan rencana kita.
Tetapi kita tahu bahwa itu lebih baik dari yang kita rencanakan, sebab itu kita belajar menerima semua itu dengan sukacita dan penuh SYUKUR.

Kita juga belajar ....
bahwa tidak ada kejadian yang harus disesali & ditangisi, karena semua adalah rancangan-NYA yang akan "INDAH  PADA WAKTUNYA".

Ketika "Kaki" sudah tak kuat berlari... "BERLUTUTLAH".

Ketika "Tangan" sudah tak kuat menggenggam... "LIPATLAH"

Ketika "Kepala" sudah tak kuat ditegakkan..."MENUNDUKLAH"

Ketika "Hati" sudah tak kuat menahan kesedihan... "MENANGISLAH.

Ketika "Hidup" sudah tak mampu untuk dihadapi... "BERDOALAH"

Karena di belakangmu ada KEKUATAN yang tak terhingga..
Di hadapanmu ada KEMUNGKINAN tanpa batas..
Di sekitarmu ada KESEMPATAN yang tiada akhir.

Lebih dari itu, di didalam denyut nadimu ..ada ALLAH 'ALA WA JALA yang MAHA DARI SEGALA MAHA yang selalu menyertaimu..

Kasih sayang Allah pada kita seperti lingkaran, tak berawal dan tak berakhir....

Selamat beraktivitas, mari ramaikan  masjid kita
Semangat Teruuuss.. ...sehat teruuus amiiin