Kamis, 24 Agustus 2017

Keutamaan orang yang Khusyu didalam sholatnya

jika doa jarang terkabul


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاَةَ فَاذْكُرُواْ اللّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ إِنَّ الصَّلاَةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا

Fa'idza qadloytumushshalata fadzkuruullaha qiyamawwaqu'uudawa'ala junuubikum fa'idza ithmanantum fa'aqiimuushshalata innashshalata kanat 'alalmu'miniina kitaban mawquutan

Artinya:
Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (Q.S. An-Nisa' ayat 103)

***

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاَةَ
Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu),

Menurut para ulama, golongan orang ini (telah meneyelesaikan sholat) adalah golongan orang awam yaitu sekedar menggugurkan kewajiban saja. (khusyu ada/tidak, di terima/tidak yang penting kewajiban sholatnya sudah selesai)


فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاَةَ فَاذْكُرُواْ اللّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ
Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring

Menurut ulama, orang yang sholatnya lebih khusus lagi yaitu apabila ia telah tuntas menunaikan sholatnya, ia senantiasa mengingat Allah baik waktu berdiri, duduk maupun berbaring.

Inilah golongan yang lebih khusus lagi yaitu dalam segala bentuk aktifitasnya ia senantiasa mengingat Allah

الصَّلاَةَ Assholah asal katanya الصِّلاَةٌ  Shilatun yang artinya terhubung dengan erat, tidak terpisahkan

Maka kenapa dinamakan Sholat ? karena kita beribadah untuk terhubung dengan Allah SWT. Jika dirinya merasa tersambung/terhubung dengan Allah dalam segala aktifitasnya setelah sholat, dijamin tidak akan keliru dalam segala aktiftasnya karena ia senantiasa merasa diawasi oleh Allah SWT

Orang-orang yang senantiasa mengingat Allah dalam segala aktifitasnya maka Allah akan senantiasa mengingat dirinya.
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ  [البقرة : 152]
“ Maka ingatlah kepada Ku, niscaya Aku akan ingat kepadamu, Bersyukurlah kepada Ku  ,Dan janganlah kamu  ingkar kepada Ku “. ( Qs. Al Baqarah : 152)

Al Qur’memberikan jaminan kepada orang-orang yang senantiasa mengingat Allah (mendirikan sholat) akan diberikan 5 keutamaan :

1.      dijamin menjadi orang yang baik

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.


2.      Dijamin oleh Allah diberikan ketentraman didalam jiwanya

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain  Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.

Orang yang senantiasa mengingat Allah, senantiasa hatinya tentram.
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Arrad 28)

3.      Dimudahkan segala urusannya dan dilancarkan rizkinya

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (3)
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. Ath Tholaq: 2-3)

Bagaimana meningkatkan ketakwaan…
ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ  فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,
الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan/menyempurnakan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.

4.      Doanya dikabulkan

هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa".

فَنَادَتْهُ الْمَلَائِكَةُ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي فِي الْمِحْرَابِ أَنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَىٰ مُصَدِّقًا بِكَلِمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَسَيِّدًا وَحَصُورًا وَنَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَ
Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh".

Ketika Zakariya berdoa didalam sholatnya sedangkan sholatnya belumlah selesai Allah mengabulkan doa nya akan datangnya seorang putera yang bernama Yahya. Sedangkan Zakariya sudah tua dan istrinya mandul.


5.      Akan dijamin hidupnya sukses dan bahagia

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ
"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman," – (QS.23:1)
الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُونَ
"(yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalat-nya," – (QS.23:2)

Jika hidup tidak tentram, doa jarang terkabul bagaimana jawaban al quran

Jika ada orang yang sholat tetapi didalam kehidupannya, belum ada  satupun dari kelima hal diatas  yang hadir didalam kehidupan kita maka penyebabnya bisa 1 diantara 2 hal dibawah ini :
1.      Tidak khusyu didalam sholat (24:22)
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ  وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', (Al baqarah 45)
الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (Al baqarah 46)



2.      Kebanyakan orang sholat tidak paham, tidak mengerti apa yang dibaca dan dilakukan didalam sholatnya 


usia sudah 40 tahun tapi masih tidak mengerti apa yang dibaca didalam sholat..



Minggu, 06 Agustus 2017

KERUGIAN BESAR YANG DI SEPELEKAN


Gambar terkait

MEYEPELEKAN ADZAN & SHOLAT

Seringkali ketika waktu sholat tiba, kita masih berada dalam kesibukan dunia, entah itu sedang bekerja, meeting, makan, dilapangan, dijalan, asik di deadpan  TV  bahkan sedang asik bermain games.  Dan kita menganggap hal tersebut remeh, enteng atau biasa saja.

Padahal sesungguhkan kita dalam kerugian yang sangat besar dan kita sering abai akan keutamaan sunah berikut ini:
1.      Mendengar dan menjawab adzan
2.      Tidak bersegera ke masjid
3.      Meninggalkan sholat qobliyah
4.      Tidak sholat berjamaah
5.      Tidak berada di shaft terdepan
6.      Bahkan seringkali mengakhirkan sholat

Padahal hal-hal demikian sangat-sangat besar besar pahala dan manfaatnya di dunia dan diakhirat, sebagaimana beberapa dalil dan hadist berikut ini :

Mendengar dan menjawab adzan

Dari Abdullah bin Amru bin Al ‘Ash, ia mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika kalian mendengar muadzin, maka jawablah seperti apa yang ia katakan, kemudian bershalawatlah untukku, karena barangsiapa yang bershalawat untukku, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Kemudian mintakanlah kepada Allah untukku al wasilah, karena ia adalah satu kedudukan di surga yang tidak sepatutnya, kecuali untuk seorang hamba Allah; dan aku berharap, (bahwa) akulah ia. Barangsiapa yang memohonkan untukku al wasilah, maka akan mendapat syafaatku.[HR Muslim].

Barang siapa berdoa setelah adzan dengan membaca Allahumma robba hadzihid da’watit taammah wash sholatil qoo-imah, aati Muhammadanil wasilata wal fadhilah, wab’atshu maqoomam mahmuuda alladzi wa ‘adtah … Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu laa syarika lah wa anna muhammadan ‘abduhu wa rasuluh, radhitu billahi robbaa wa bi muhammadin rosulaa wa bil islami diinaa.. Dia akan mendapat syafaat Rasulullah

"Dan bersegeralah kalian menuju ampunan Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang diperuntukkan bagi orang yang bertakwa". (QS Ali-Imran: 133). Allah berfirman, "Maka berlombalah kalian di dalam kebaikan". (QS Al-Ma'idah: 48).     

Tidak bersegera ke masjid

Sesungguhnya di antara karunia dan rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya adalah Allah memudahkan mereka untuk melakukan amal ketaatan, atau ibadah yang dapat mendekatkan diri seorang hamba kepada Allah, di antara ketaatan dan amal ibadah yang dapat mendekatkan diri seorang hamba kepada Allah adalah bersegera untuk memenuhi panggilah Allah, yaitu bersegera menuju masjid apabila adzan sudah dikumandangkan,

Para malaikat memintakan ampunan kepada orang yang menunggu shalat dan ia juga dihukum seperti orang yang shalat.
“Para malaikat beristighfar untuk salah seorang di antara kalian selama ia ditempat shalatnya dan tidak berhadas, “ya Allah ampunilah ia, ya Allah rahmatilah ia”, senantiasa seseorang di antara kalian dalam keadaan shalat selama shalat itu yang menahannya, dan tidak ada yang mencegah dia untuk kembali ke keluarganya kecuali shalat.” (HR. Bukhari No. 659 dan Muslim No. 649) Doa ini terus diucapkan malaikat selama orang tersebut tidak keluar dari tempat shalatnya dan tidak batal wudhu’nya”

 “Setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah.” (HR. Muslim no. 2382)

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap langkah menuju tempat shalat akan dicatat sebagai kebaikan dan akan menghapus kejelekan.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shohih)

“Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu dia berjalan menuju salah satu dari rumah Allah (yaitu masjid) untuk menunaikan kewajiban yang telah Allah wajibkan, maka salah satu langkah kakinya akan menghapuskan dosa dan langkah kaki lainnya akan meninggikan derajatnya.(HR. Muslim)

“Doa antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak.” (HR.Tirmidzi No. 212)

 “Jika kalian menuju masjid, hendaknya kalian (berjalan) dengan tenang. (HR. Bukhari-Muslim).

Meninggalkan sholat rawatib (qobliyah dan ba’diyah)

“Dua raka’at sebelum subuh lebih baik dari dunia dan seisinya.” (HR. Muslim No.725). Adapun sholat sunnah sebelum shubuh ini merupakan yang paling utama di antara sholat sunnah rawatib dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkannya baik ketika mukim (tidak berpegian) maupun dalam keadaan safar.

Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, “Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada sholat sunnah sebelum subuh membaca surat Al Kaafirun (قل يا أيها الكافرون) dan surat Al Ikhlas (قل هو الله أحد).”  (HR. Muslim no. 726)

“Barangsiapa yang menjaga empat raka’at sebelum dzuhur dan empat raka’at setelahnya, diharamkan baginya neraka.” (HR. Tirmidzi No. 428 Abu Daud No.1269 dan dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Misykatul Mashabih)

“Allah merahmati seseorang yang shalat sebelum ashar empat rakaat.” (HR. Tirmidzi No. 430 Abu Daud No. 1271 dan dihasan oleh Syaikh Albani dalam Shahihul Jami’ As-Shaghir)

“Dari Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha, Istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Seorang muslim melakukan shalat sunnah yang bukan wajib, karena Allah, (sebanyak) dua belas rakaat dalam setiap hari, Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah (istana) di surga.” (Kemudian) Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha berkata, “Setelah aku mendengar hadits ini aku tidak pernah meninggalkan shalat-shalat tersebut.” (Dari Kitab Riyadhussalihin) (HR. Muslim no. 728).

Sesungguhnya amalan yang pertama kali akan diperhitungkan dari manusia pada hari kiamat dari amalan-amalan mereka adalah shalat. Kemudian Allah Ta’ala mengatakan pada malaikatnya dan Dia lebih Mengetahui segala sesuatu, “Lihatlah kalian pada shalat hamba-Ku, apakah sempurna ataukah memiliki kekurangan? Jika shalatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna. Namun, jika shalatnya terdapat beberapa kekurangan, maka lihatlah kalian apakah hamba-Ku memiliki amalan shalat sunnah? Jika ia memiliki shalat sunnah, maka sempurnakanlah pahala bagi hamba-Ku dikarenakan shalat sunnah yang ia lakukan. Kemudian amalan-amalan lainnya hampir sama seperti itu.

Tidak berada di shaft terdepan

“Seandainya manusia mengetahui keutamaan pahala yang terdapat dalam adzan dan shaf yang pertama, kemudian mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan diundi maka mereka akan siap diundi.”(HR. Bukhari No.615 dan Muslim No. 437)

“Barang siapa yang shalat karena Allah selama empat puluh hari dengan berjamaah, ia mendapatkan takbir yang pertama (Takbiratul ihram), dicatatkan untuknya dua kebebasan: kebebasan dari api neraka dan kebebasan dari kemunafikan.” (HR. Tirmidzi No. 241)

Rasulullah bersabda : “Innallaha wa malaikatahu yushalluuna ‘ala shaffal awwal” Sungguh Allah dan para MalaikatNya bershalawat kepada (orang orang) yang berada pada shaf pertama. (H.R. Abu Dawud dan dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam shahih Sunan Abu Dawud)
.
Rasulullah bersabda : Dari al ‘Irbadh bin Sariyah : Bahwasanya Rasulullah : Memohon ampun untuk (orang orang yang berada pada) shaf pertama tiga kali dan pada shaf kedua satu kali”

Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (manusia yang shalat pada) shaf bagian kanan”. (HR. Abu Dawud; dinilai hasan oleh Ibn Hajar dalam Fath al-Bariy)

Tidak sholat berjamaah

Shalat berjama’ah (di masjid) lebih utama 27 derajat dibanding shalat sendirian (di rumah) HR. Bukhari

Wahai orang-orang yang ber­iman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah se­tiap diri merenungkan, apalah yang telah diper­buatnya untuk hari esok (yaitu hari akhir). Dan bertakwalah kepada Allah! Sesung­guhnya Allah Maha Menge­tahui apapun yang kamu kerjakan. Dan janganlah keadaan kamu seperti orang-orang yang me­lupakan Allah, lalu Allah pun membuatnya lupa kepada dirinya sendiri; itulah orang-orang yang fasik. Al Hasyr : 18-19

Dari Abu Hurairah -radhiallahu anhu- bahwasanya Rasulullah -shalallahu alaihi wa alihi wasallam- bersabda :
“Kalau seandainya manusia mengetahui besarnya pahala yang ada pada panggilan (azan) dan shaf pertama kemudian mereka tidak bisa mendapatkannya kecuali dengan undian maka pasti mereka akan mengundinya. Dan kalaulah mereka mengetahui besarnya pahala yang akan didapatkan karena bersegera menuju shalat maka mereka pasti akan berlomba-lomba (untuk menghadirinya). Dan kalaulah seandainya mereka mengetahui besarnya pahala yang akan didapatkan dengan mengerjakan shalat isya dan subuh, maka  pasti mereka akan mendatanginya meskipun harus dengan merangkak.” (HR. Al-Bukhari no. 69 dan Muslim no. 437)

Rasulullah mengingatkan bahwa ada  golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada suatu hari yang tidak ada naungan kecuali naungan Allah. Diantaranya adalah orang orang yang hatinya terpaut dengan masjid. Ketahuilah bahwa  satu pertanda seseorang itu hatinya terpaut dengan masjid adalah seseorang yang selalu ke masjid memenuhi setiap panggilan adzan.

Rasulullah bersabda : “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan –Nya,” Lalu beliau menyebutkan diantaranya : Seorang yang hatinya terpaut dengan masjid” (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Mengakhirkan sholat

Orang yang shalat namun sengaja  menunda hingga akhir waktu tanpa alasan syar'i maka tergolong orang-orang yang munafik. Berikut ini Qalam Allah dan hadist Nabi Muhammad terkait hal tersebut. 

“Sesungguhnya orang-orang munafik menyangka bisa menipu Allah, tapi sungguh Allah lah yang menghinakan mereka. Yaitu ketika mereka diseru untuk shalat, mereka bermalas-malasan…” (QS. An-Nisa: 142)

"Ini adalah Shalatnya orang Munafik. ketika ia duduk mengamati matahari sampai ia berada diantara kedua tanduk syaitan, kemudian ia berdiri untuk mengerjakan shalat 4 rakaat, ia hanya mengingat Allah sedikit saja." (HR. Muslim : 103). 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya maka kelak mereka akan menemui kesesatan.” (Maryam 19: 59)

Saad bin Abi Waqas bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai orang yang melalaikan Sholat, maka jawab Baginda SAW, “yaitu mengakhirkan waktu Sholat dari waktu asalnya hingga sampai waktu Sholat lain. Mereka telah menyia-nyiakan dan melewatkan waktu Sholat, maka mereka diancam dengan Neraka Wail”.

“Maka wail-lah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS.Al-Maun:4-5) wail adalah lembah di neraka jahanam yang seandainya gunung di dunia dijatuhkan ke dalamnya, maka akan hancur lembur karena panasnya

“Tatkala manusia terlambat mendatangi shalat dari menempati shaf pertama, kemudian (shalat berikutnya) terlambat lagi shaf kedua, kemudian shaf ketiga (apalagi sengaja terlambat/ketinggalan shalat berjamaah), maka Allah buat hatinya suka mengakhirkan semua amal shalih.” (Syarah Riyadhus Shalihin 5/111)

Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu , bahwa beliau bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :“Amal apakah yang paling dicintai Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab dengan sabdanya: “Assholatu bi waktiha”m“ Shalat pada waktunya .” Ibnu Mas’ud bertanya lagi: “Kemudian apa lagi?” Beliau ulangi dua kali, dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab dengan urutan:“ Berbakti kepada orang tua, kemudian jihad fi sabilillah .” (HR. Bukhari Muslim)

“Perkara yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat. Apabila shalatnya baik maka seluruh amalnya pun baik. Apabila shalatnya buruk maka seluruh amalnya pun akan buruk.” (HR. Ath-Thabrani)

“Rasulullah SAW, diperlihatkan pada suatu kaum yang membenturkan kepala mereka pada batu, Setiap kali benturan itu menyebabkan kepala pecah, kemudian ia kembali kepada keadaan semula dan mereka tidak terus berhenti melakukannya. Lalu Rasulullah bertanya: “Siapakah ini wahai Jibril”? Jibril menjawab: “Mereka ini orang yang berat kepalanya untuk menunaikan Sholat fardhu”(Riwayat Tabrani).

Orang yang meninggalkan Sholat akan dimasukkan ke dalam Neraka Saqor. “Setelah melihat orang-orang yang bersalah itu, mereka berkata: “Apakah yang menyebabkan kamu masuk ke dalam Neraka Saqor ?”. Orang-orang yang bersalah itu menjawab: “kami termasuk dalam kumpulan orang-orang yang tidak mengerjakan Sholat”

Namun sangat disayangkan di zaman ini, banyak dari kaum muslimin yang melalaikan ibadah shalat, ia tidak datang ke masjid kecuali setelah iqamah, atau setelah imam mendapatkan beberapa raka’at, atau bahkan tidak datang ke masjid sama sekali.

sungguh kerugian yang amat besar apabila kita meninggalkan amalan sunah diatas

Ya Allah, ya Rabb, berilah kami kekuatan untuk selalu bersegera memenuhi panggilan adzan dan melaksanakan shalat berjamaah di masjid.

“Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alad dinika wa ‘ala tho’atika”. “Wahai dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku atas agama-Mu dan atas ketaatan kepada-Mu”.




Sabtu, 05 Agustus 2017

SEORANG LAKILAKI MILIK IBUNYA

SUAMIKU MILIK IBUNYA

Pagi-pagi sekali, Sarah mengetuk pintu rumah ibunya. Ia menggendong anaknya dan membawa satu tas besar di tangan kanannya.
Dari matanya yang sembab dan merah, ibunya sudah tahu kalau Sarah pasti habis bertengkar lagi dengan suaminya.
Meski heran, karena biasanya Sarah hanya sebatas menelpon sambil menangis jika bertengkar dengan suaminya. Ayah Sarah yang juga keheranan, segera menghampiri Sarah dan menanyakan masalahnya.
Sarah mulai menceritakan awal pertengkarannya dengan suaminya tadi malam.
Sarah kecewa karena suaminya telah membohongi Sarah selama ini.
Sarah menemukan buku rekening suaminya terjatuh didalam mobil.
Sarah baru tahu, kalau suaminya selalu menarik sejumlah uang setiap bulan, di tanggal yang sama.
Sementara Sarah tahu, uang yang Sarah terima pun sejumlah uang yang sama.
Berarti sudah 1 tahun lebih, suaminya membagi uangnya, setengah untuk Sarah, setengah untuk yang lain. Jangan-jangan ada wanita lain??
Ayah Sarah hanya menghela nafas, wajah bijaksananya tidak menampakkan rasa kaget atau pun marah.
*"Sarah...,*
* Yang pertama, langkahmu datang ke rumah ayah sudah dilaknat Allah dan para MalaikatNya',*
*karena meninggalkan rumah tanpa seizin suamimu"*
Kalimat ayah sontak membuat Sarah kebingungan. Sarah mengira ia akan mendapat dukungan dari ayahnya.
* "Yang kedua,* *mengenai uang suamimu, kamu tidak berhak mengetahuinya.*
*Hakmu hanyalah uang yang diberikan suamimu ke tanganmu.*
*Itu pun untuk kebutuhan rumah tangga.*
Jika kamu membelanjakan uang itu tanpa izin suamimu, meskipun itu untuk sedekah, itu tak boleh". Lanjut ayahnya.
"Sarah.., suamimu menelpon ayah dan mengatakan bahwa sebenarnya uang itu memang diberikan setiap bulan untuk seorang wanita. Suamimu tidak menceritakannya padamu, karena kamu tidak suka wanita itu sejak lama.
Kamu sudah mengenalnya, dan kamu merasa setelah menikah dengan suamimu, maka hanya kamulah wanita yang
memilikinya".
"Suamimu meminta maaf kepada ayah karena ia hanya berusaha menghindari pertengkaran denganmu.
Ayah mengerti karena ayah pun sudah mengenal watakmu" mata ayah mulai berkaca-kaca.
*"Sarah...,*
*kamu harus tahu, setelah kamu menikah maka yang wajib kamu taati adalah suamimu.*
*Jika suamimu ridho pdmu,*
*maka Allah pun Ridho.*
*Sedangkan suamimu, ia wajib taat kepada ibunya.*
Begitulah Allah mengatur laki-laki untuk taat kepada ibunya.
Jangan sampai kamu menjadi penghalang bakti suamimu kepada ibundanya".
*"Suamimu, dan harta suamimu adalah milik ibu nya".*
Ayah mengatakan itu dengan tangis. Air matanya semakin banyak membasahi pipinya.
Seorang ibu melahirkan anaknya dengan susah payah dan kesakitan.
• Kemudian ia membesarkannya hingga dewasa hingga anak laki-lakinya menikah, ia melepasnya begitu saja.
• Kemudian anak laki-laki itu akan sibuk dengan kehidupan barunya.
• Bekerja untuk keluarga barunya.
• Mengerahkan seluruh hidupnya untuk istri dan anak-anaknya.
• Anak laki-laki itu hanya menyisakan sedikit waktu untuk sesekali berjumpa dengan ibunya. sebulan sekali, atau bahkan hanya1 tahun sekali.
"Kamu yang sejak awal menikah tidak suka dengan ibu mertuamu. Kenapa?
Karena rumahnya kecil dan sempit? Sehingga kamu merajuk kepada suamimu bahwa kamu tidak bisa tidur disana.
Anak-anakmu pun tidak akan betah disana.

Sarah.., mendengar ini ayah sakit sekali".
"Lalu, jika kamu saja merasa tidak nyaman tidur di sana.
Bagaimana dengan ibu mertuamu yang dibiarkan saja untuk tinggal disana?"
*"Uang itu diberikan untuk ibunya.* Suamimu ingin ayahnya berhenti berkeliling menjual gorengan.
Dari uang itu ibu suamimu hanya memakainya secukupnya saja, selebihnya secara rutin dibagikan ke anak-anak yatim dan orang-orang tidak mampu di kampungnya. Bahkan masih cukup untuk menggaji seorang guru ngaji di kampung itu" lanjut ayah.
Sarah membatin dalam hatinya, uang yang diberikan suaminya sering dikeluhkannya kurang. Karena Sarah butuh banyak pakaian untuk mengantar jemput anak sekolah.
Sarah juga sangat menjaga penampilannya untuk merawat wajah dan tubuhnya di spa.
Berjalan-jalan setiap minggu di mall. Juga berkumpul sesekali dengan teman-temannya di restoran.
Sarah menyesali sikapnya yang tak ingin dekat-dekat dengan mertuanya yang hanya seorang tukang gorengan.
Tukang gorengan yang berhasil :
• Menjadikan suaminya seorang sarjana,
• mendapatkan pekerjaan yang di idam-idamkan banyak orang.
• Berhasil mandiri, hingga Sarah bisa menempati rumah yang nyaman dan mobil yang bisa ia gunakan setiap hari.

"Ayaaah, maafkan Sarah", tangis sarah meledak.
Ibunda Sarah yang sejak tadi duduk di samping Sarah segera memeluk Sarah.
*"Sarah...*
*• kembalilah ke rumah suamimu.*
*Ia orang baik nak...*
*• Bantulah suamimu berbakti kepada orang tuanya.*
*• Bantu suamimu menggapai surganya,* *dan dengan sendirinya, ketaatanmu kepada suamimu bisa menghantarkanmu ke surga".*
Ibunda sarah membisikkan kalimat itu ke telinga Sarah.
Sarah hanya menjawabnya dengan anggukan, ia menahan tangisnya.
Bathinnya sakit, menyesali sikapnya.
Sarahpun pulang menghadap suaminya dan sambil menangis memohon maaf kpd suaminya atas prasangka yg salah selama ini.
Di lain hari, sarahpun mengikuti suaminya bersilaturahmi kpd ibu kandung suaminya alias mertua dirinya.
Suaminya meneteskan air mata menatap istrinya yg di tangan istrinya tertenteng 4 liter minyak goreng untuk mertuanya.

Tetesan air mata suami bukan masalah jumlah liternya tapi karena perubahan istrinya yg senang dan nampak ihlas hendak datang kpd orang tuanya alias mertua istrinya.
Seterusnya Sarah berjanji dalam hatinya, untuk menjadi istri yang taat pada suaminya.
Sesekali waktu, Sarah bukan mengajak suaminya ke Mall tapi minta anjangsana ke rumah mertuanya dan juga orang tuanya.

Subhanallah....
Rabbighfirli waliwali dayya warham huma kama rabbayani shoghiro