Senin, 31 Agustus 2015

RIZKI

✔✔ Buat Para Pencari Nafkah Keluarga:
✅ Mungkin kau tak tahu dimana rizqimu. Tapi rizqimu tahu dimana engkau. Dari langit, laut, gunung, & lembah; Rabb memerintahkannya menujumu.
✅ Allah berjanji menjamin rizqimu. Maka melalaikan ketaatan padaNya demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminNya adalah kekeliruan berganda.
✅ Tugas kita bukan mengkhawatirkan rizqi atau bermuluk cita memiliki; melainkan menyiapkan jawaban "Dari Mana" & "Untuk Apa" atas tiap karuniaNya.
✅ Betapa banyak orang bercita menggenggam dunia; dia alpa bahwa hakikat rizqi bukanlah yang tertulis dalam angka; tapi apa yang dinikmatinya.
✅ Betapa banyak orang bekerja membanting tulangnya, memeras keringatnya; demi angka simpanan gaji yang mungkin esok pagi ditinggalkannya (mati).
✅ Maka amat keliru jika bekerja dimaknai mentawakkalkan rizqi pada perbuatan kita.
✅ Bekerja itu bagian dari ibadah. Sedang rizqi itu urusanNya.
✅ Kita bekerja untuk bersyukur, menegakkan taat & berbagi manfaat. Tapi rizqi tak selalu terletak di pekerjaan kita; Allah taruh sekehendakNya.
✅ Bukankah Hajar berlari 7x bolak-balik dari Shafa ke Marwa; tapi Zam-zam justru terbit di kaki Ismail, bayinya ??
✅ Ikhtiar itu laku perbuatan. Rizqi itu kejutan.
✅ Ia kejutan untuk disyukuri hamba bertaqwa; datang dari arah tak terduga. Tugas kita cuma menempuh jalan halal; Allah lah yang melimpahkan bekal.
✅ Sekali lagi; yang terpenting di tiap kali kita meminta & Allah memberi karunia; jaga sikap saat menjemputnya & jawab soalanNya, "Buat apa?"
✅ Betapa banyak yang merasa memiliki manisnya dunia; lupa bahwa semua hanya "hak pakai" yang halalnya akan dihisab & haramnya akan di'adzab.
✅ Dengan itu kita mohon "Ihdinash Shirathal Mustaqim"; petunjuk ke jalan orang nan diberi nikmat ikhlas di dunia & nikmat ridhaNya di akhirat. Bukan jalannya orang yg terkutuk apalagi jalan orang yang tersesat.
✅ Maka segala puji hanya bagi Allah; hanya dengan nikmatNya-lah maka kesempurnaan menjadi paripurna".
Allahu Akbar


Kamis, 27 Agustus 2015

PINTU SURGA



Pintu Surga itu Bernama Memaafkan Orang Lain

Banyak pintu menuju sukses baik dunia maupun akhirat. Banyak pintu pula untuk menuju sehat baik jasmani, ruhani/hati kita termasuk segenap memori dan daya pikir kita. Dari sekian banyak pintu itu ada salah satunya yang diabadikan dalam hadis Rasulullah Muhammad SAW. Apakah salah satu amalan tersebut?

Memaafkan orang lain. Betapa banyak di antara kita yang hidup gelisah dan tidak tenang karena menyimpan bara dendam. Dan tidak sedikit di antara kita yang suka sekali mengingat-ingat kesalahan orang lain terhadap diri. Tak mudah bagi kita untuk memaafkan orang lain apalagi ketika orang yang kita anggap salah tidak meminta maaf terlebih dahulu. Hal seperti inilah yang berpotensi untuk menjadi penyakit baik dalam makna fisik ataupun psikis.

Terlepas dari penelitian medis yang menunjukkan bahwa memaafkan orang lain bisa menyehatkan tubuh, amalan ini juga merupakan salah satu penghantar seseorang menuju pintu surga.

Simaklah salah satu riwayat yang disandarkan dari Rasulullah SAW berikut ini.
Satu hari Sang Nabi mulia sedang duduk melingkar di masjid dengan para sahabat. Tiba-tiba beliau berkata, “Orang ini adalah calon penghuni surga.” Setelah beliau SAW berkata demikian, muncullah seorang fulan yang dimaksudkan. Rasulullah SAW mengulangi kalimat tersebut hingga tiga kali bahwa orang tersebut adalah calon penghuni surga.

Salah satu sahabat yang duduk melingkartersebut penasaran. Akhirnya ia meminta izin pada si fulan untuk diperbolehkan menginap di rumahnya selama tiga hari. Diamatinya kelakuan si fulan selama menginap tersebut untuk mencari tahu apa rahasia menjadi calon penghuni surga. Ternyata amalan ibadan si fulan termasuk biasa saja, tidak ada yang istimewa. Di akhir hari menginap, sahabat tersebut bertanya pada si fulan tentang hal tersebut.

Si fulan tentu saja terkejut ketika dirinya disebut sebagai salah satu calon penghuni surga oleh Rasulullah SAW. Diingat-ingatnya apa amalan terbaiknya sehingga bisa mengantarkannya ke pintu surga. Ternyata amalan itu adalah memaafkan orang lain sebelum ia tidur di malam hari dan mendoakan orang yang telah menzaliminya dengan doa-doa yang baik.

Sesederhana itu. Ya sederhana tapi praktiknya tidaklah mudah. Karena surga bukanlah bisa dicapai dengan mudah pula, kan? Resep memaafkan orang lain ini ternyata sempat dikutip oleh salah satu motivator terkenal di Kanada ketika Ustaz Haikal Hasan menghadiri seminar di sana. Bedanya sang motivator menyebutnya sebagai rahasia sukses orang-orang yang sukses, Sang Nabi SAW menyebutnya sebagai salah satu pintu menuju surga.
Jadi intinya, bila ingin sukses baik dunia maupun akhirat maka memaafkan orang lain yang telah menyakiti dan menzalimi kita adalah kuncinya. Tinggal kita mau mamakai kunci ini atau tidak. Semoga Allah melembutkan hati kita untuk  mudah memaafkan orang lain dan mendoakan kebaikan padanya. Karena sesungguhnya efek kebaikan dari memaafkan orang lain dan mendoakan kebaikan itu akan kembali pada diri kita sendir. Wallahu alam.

KEWAJIBAN SUAMI



"Pakaian yang bersih adalah nafkah. Sehingga mencuci adalah kewajiban Suami.

Makanan adalah nafkah. Maka kalau masih berupa beras, itu masih setengah nafkah. Karena belum bisa di makan. Sehingga memasak adalah kewajiban Suami.

Lalu menyiapkan rumah tinggal adalah kewajiban Suami. Sehingga kebersihan rumah adalah kewajiban Suami."

"Waaaaah.. sampai segitunya bu..? ...

Lalu jika itu semua kewajiban Suami. Kenapa Ibu tetap melakukan itu semuanya tanpa menuntut Ayah sekalipun?"

"Karena Ibu juga seorang Istri yang mencari ridho dari Suaminya.

Ibu juga mencari pahala agar selamat di akhirat sana.

Karena Ibu mencintai Ayahmu, mana mungkin Ibu tega menyuruh Ayahmu melakukan semuanya.

Jika Ayahmu berpunya mungkin pembantu bisa jadi solusi. Tapi jika belum ada, ini adalah ladang pahala untuk Ibu."

"Pernah dengar cerita Fatimah yang meminta pembantu kepada Ayahandanya, Nabi, karena tangannya lebam menumbuk tepung? Tapi Nabi tidak memberinya. Atau pernah dengar juga saat Umar bin Khatab diomeli Istrinya? Umar diam saja karena beliau tahu betul bahwa wanita kecintaannya sudah melakukan tugas macam-macam yang sebenarnya itu bukanlah tugas si Istri."

"Iya Buu..." Aku mulai paham, "Jadi Laki-Laki selama ini salah sangka ya Bu, seharusnya setiap Lelaki berterimakasih pada Istrinya. Lebih sayang dan lebih menghormati jerih payah Istri."

"Eh. Pertanyaanku lagi Bu, kenapa Ibu tetap mau melakukan semuanya padahal itu bukan kewajiban Ibu?"

"Menikah bukan hanya soal menuntut hak kita, Nak. Istri menuntut Suami, atau sebaliknya. Tapi banyak hal lain. Menurunkan ego. Menjaga keharmonisan. Mau sama mengalah. Kerja sama. Kasih sayang. Cinta. Dan Persahabatan. Menikah itu perlombaan untuk berusaha melakukan yang terbaik satu sama lain.

Yang Wanita sebaik mungkin membantu Suaminya. Yang Lelaki sebaik mungkin membantu Istrinya. Toh impiannya rumah tangga sampai Surga"

"MasyaAllah....eeh kalo calon istriku tahu hal ini lalu dia jadi malas ngapa-ngapain, gimana Bu?" "Wanita beragama yang baik tentu tahu bahwa ia harus mencari keridhoan Suaminya smile emoticon"

PERUMAHAN EKSKLUSIVE "FIRDAUS REGENCY".



HUNIAN INDAH, NYAMAN, AMAN, DAMAI & BERKAH.

Tersedia 4 TYPE :
1. Jannatun Na'i'm
2. Jannatul Ma'wa
3. Jannatul Firdaus
4. Jannatun 'Adn
(Semua Type Ready Stock)

FASILITAS :
-Sungai susu Salsabila
-Danau indah Kautsar
-Pasif income bg semua penghuni
-View Tak Terbatas
-Akses Masuk 8 Pintu
-Taman Main Anak2 Sholeh/Shalihah
-Taman Jutaan Hektar dg buah Segar, Nikmat & Siap Santap dll.
-Bonus Bidadari"👼 yang cantik jelita -Hak milik Selama2nya (Abadi)

SYARAT Pemesanan :
1. Taubat & Kembali kpd Jln-Nya

2. Berpegang Teguh Agama-Nya.
3. Melaksanakan Syari'at-Nya.
4. Rejeki yang Halal & Thoyib.

DP :
-100% Sholat Fardu & Sunah,
- 2,5% Sisihkan harta utk Zakat,
- 100% Rajin bershodaqoh & Infaq,
- 100% Sempatkan wkt utk membaca Alquran, Mengejar Ilmu, Beramal sholeh, Silaturahim, Mendoakan ke-2 Ortu, Berdakwah & Jauh dari maksiat juga menghindari fitnah.

Waktu sangat terbatas !
Stock Hunian Tak Terbatas !
Di jamin Bebas Roaming !

Alamat KONTAK
Sholat Tahajud setiap malam.

Alamat CABANG :
Masjid2, Musholla,Ponpes, Majlis 'ilmu, Majlis Dzikir.

Inilah sebaik2 tempat tinggal., Ayo segera DP skrg juga, tidak ..perlu menunggu tua, atau kaya, atau pejabat, atau pinter .

Salam Fastabiqul Khoiroot .

Rasulallah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1
(satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

Subhanallah
Semoga kita dapat mengambil pengetahuan bermanfaat yang bernilai ibadah lewat tulisan ini dan mengamalkan dalam kehidupan.

Rabu, 26 Agustus 2015

MENYEMBELIH HEWAN DENGAN CARA ISLAMI VS CARA BARAT



ORANG BARAT SANGAT TERKEJUT DG SYARIAT INI, SETELAH DI ILMIAHKAN....
JANGAN PERNAH MAKAN DAGING SAPI TANPA DI SEMBELIH SECARA SAYARIAT ISLAM 

Semakin Maju Penelitian Ilmiyah Semakin Membuktikan Kebenaran Islam.
Rasulullah tak pernah belajar cardiology tapi syari'atnya membuktikan penelitian ilmu modern.
Melalui penelitian ilmiah yang dilakukan oleh dua staf ahli peternakan dari Hannover University, sebuah universitas terkemuka di Jerman. Yaitu: Prof.Dr. Schultz dan koleganya, Dr. Hazim. Keduanya memimpin satu tim penelitian terstruktur untuk menjawab pertanyaan: manakah yang lebih baik dan paling tidak sakit, penyembelihan secara Syari’at Islam yang murni (tanpa proses pemingsanan) ataukah penyembelihan dengan cara Barat (dengan pemingsanan)?

Keduanya merancang penelitian sangat canggih, mempergunakan sekelompok sapi yang telah cukup umur (dewasa). Pada permukaan otak kecil sapi-sapi itu dipasang elektroda (microchip) yang disebut Electro-Encephalograph (EEG). Microchip EEG dipasang di permukaan otak yang menyentuh titik (panel) rasa sakit di permukaan otak, untuk merekam dan mencatat derajat rasa sakit sapi ketika disembelih. Di jantung sapi-sapi itu juga dipasang Electro Cardiograph (ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar karena disembelih.

Untuk menekan kesalahan, sapi dibiarkan beradaptasi dengan EEG maupun ECG yang telah terpasang di tubuhnya selama beberapa minggu. Setelah masa adaptasi dianggap cukup, maka separuh sapi disembelih sesuai dengan Syariat Islam yang murni, dan separuh sisanya disembelih dengan menggunakan metode pemingsanan yang diadopsi Barat.

Dalam Syariat Islam, penyembelihan dilakukan dengan menggunakan pisau yang tajam, dengan memotong tiga saluran pada leher bagian depan, yakni: saluran makanan, saluran nafas serta dua saluran pembuluh darah, yaitu: arteri karotis dan vena jugularis.

Patut pula diketahui, syariat Islam tidak merekomendasikan metoda atau teknik pemingsanan. Sebaliknya, Metode Barat justru mengajarkan atau bahkan mengharuskan agar ternak dipingsankan terlebih dahulu sebelum disembelih.

Selama penelitian, EEG dan ECG pada seluruh ternak sapi itu dicatat untuk merekam dan mengetahui keadaan otak dan jantung sejak sebelum pemingsanan (atau penyembelihan) hingga ternak itu benar-benar mati. Nah, hasil penelitian inilah yang sangat ditunggu-tunggu!

Dari hasil penelitian yang dilakukan dan dilaporkan oleh Prof. Schultz dan Dr. Hazim di Hannover University Jerman itu dapat diperoleh beberapa hal sbb.:

Penyembelihan Menurut Syariat Islam & Hasil penelitian dengan menerapkan praktek penyembelihan menurut Syariat Islam menunjukkan:
Pertama
pada 3 detik pertama setelah ternak disembelih (dan ketiga saluran pada leher sapi bagian depan terputus), tercatat tidak ada perubahan pada grafik EEG. Hal ini berarti bahwa pada 3 detik pertama setelah disembelih itu, tidak ada indikasi rasa sakit.
Kedua
pada 3 detik berikutnya, EEG pada otak kecil merekam adanya penurunan grafik secara bertahap yang sangat mirip dengan kejadian deep sleep (tidur nyenyak) hingga sapi-sapi itu benar-benar kehilangan kesadaran. Pada saat tersebut, tercatat pula oleh ECG bahwa jantung mulai meningkat aktivitasnya.
Ketiga
setelah 6 detik pertama itu, ECG pada jantung merekam adanya aktivitas luar biasa dari jantung untuk menarik sebanyak mungkin darah dari seluruh anggota tubuh dan memompanya keluar. Hal ini merupakan refleksi gerakan koordinasi antara jantung dan sumsum tulang belakang (spinal cord). Pada saat darah keluar melalui ketiga saluran yang terputus di bagian leher tersebut, grafik EEG tidak naik, tapi justru drop (turun) sampai ke zero level (angka nol). Hal ini diterjemahkan oleh kedua peneliti ahli itu bahwa: “No feeling of pain at all!” (tidak ada rasa sakit sama sekali!).
Keempat
karena darah tertarik dan terpompa oleh jantung keluar tubuh secara maksimal, maka dihasilkan healthy meat (daging yang sehat) yang layak dikonsumsi bagi manusia. Jenis daging dari hasil sembelihan semacam ini sangat sesuai dengan prinsip Good Manufacturing Practise (GMP) yang menghasilkan Healthy Food.

Penyembelihan Cara Barat
Pertama
segera setelah dilakukan proses stunning (pemingsanan), sapi terhuyung jatuh dan collaps (roboh). Setelah itu, sapi tidak bergerak-gerak lagi, sehingga mudah dikendalikan. Oleh karena itu, sapi dapat pula dengan mudah disembelih tanpa meronta-ronta, dan (tampaknya) tanpa (mengalami) rasa sakit. Pada saat disembelih, darah yang keluar hanya sedikit, tidak sebanyak bila disembelih tanpa proses stunning (pemingsanan).
Kedua
segera setelah proses pemingsanan, tercatat adanya kenaikan yang sangat nyata pada grafik EEG. Hal itu mengindikasikan adanya tekanan rasa sakit yang diderita oleh ternak (karena kepalanya dipukul, sampai jatuh pingsan).
Ketiga
grafik EEG meningkat sangat tajam dengan kombinasi grafik ECG yang drop ke batas paling bawah. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan rasa sakit yang luar biasa, sehingga jantung berhenti berdetak lebih awal. Akibatnya, jantung kehilangan kemampuannya untuk menarik dari dari seluruh organ tubuh, serta tidak lagi mampu memompanya keluar dari tubuh.
Keempat
karena darah tidak tertarik dan tidak terpompa keluar tubuh secara maksimal, maka darah itu pun membeku di dalam urat-urat darah dan daging, sehingga dihasilkan unhealthy meat (daging yang tidak sehat), yang dengan demikian menjadi tidak layak untuk dikonsumsi oleh manusia. Disebutkan dalam khazanah ilmu dan teknologi daging, bahwa timbunan darah beku (yang tidak keluar saat ternak mati/disembelih) merupakan tempat atau media yang sangat baik bagi tumbuh-kembangnya bakteri pembusuk, yang merupakan agen utama merusak kualitas daging.

Bukan Ekspresi Rasa Sakit!
Meronta-ronta dan meregangkan otot pada saat ternak disembelih ternyata bukanlah ekspresi rasa sakit! Sangat jauh berbeda dengan dugaan kita sebelumnya! Bahkan mungkin sudah lazim menjadi keyakinan kita bersama, bahwa setiap darah yang keluar dari anggota tubuh yang terluka, pastilah disertai rasa sakit dan nyeri. Terlebih lagi yang terluka adalah leher dengan luka terbuka yang menganga lebar…!
Hasil penelitian Prof. Schultz dan Dr. Hazim justru membuktikan yang sebaliknya. Yakni bahwa pisau tajam yang mengiris leher (sebagai syariat Islam dalam penyembelihan ternak) ternyata tidaklah ‘menyentuh’ saraf rasa sakit. Oleh karenanya kedua peneliti ahli itu menyimpulkan bahwa sapi meronta-ronta dan meregangkan otot bukanlah sebagai ekspresi rasa sakit, melainkan sebagai ekspresi ‘keterkejutan otot dan saraf’ saja (yaitu pada saat darah mengalir keluar dengan deras). Mengapa demikian? Hal ini tentu tidak terlalu sulit untuk dijelaskan, karena grafik EEG tidak membuktikan juga tidak menunjukkan adanya rasa sakit itu.
Subhanallah… Memang selalu ada jawaban dari setiap pertanyaan tentang kebenaran Islam. Selalu ada penguatan Allah dari setiap adanya usaha pelemahan dari musuh Dien-Nya yang mulia ini.
Sebenarnya, sudah tidak ada alasan lagi menyimpan rasa tak tega melihat proses penyembelihan kurban, karena aku sudah tahu bahwa hewan ternak tersebut tidak merasakan sakit ketika disembelih. Dan yang paling penting, aku dapat mengerti hikmah dari salah satu Syariah Islam dan keberkahan yang tersimpan di dalamnya.