Jumat, 29 Januari 2016

BAB SHOLAT : SHOLAT DHUHA

Selain mendirikan shalat fardhu lima waktu Zuhur, Ashar, Maghrib, Isya, dan Subuh dengan sebaik-baiknya Rasulullah SAW menganjurkan beberapa macam shalat sunah. Salah satunya shalat Dhuha.

Dikatakan shalat Dhuha karena shalat sunah ini dilaksanakannya waktu dhuha. Yaitu dimulai kira-kira matahari se penggalah hingga matahari terik menyengat di kulit. Uqbah bin Amir RA berkata: "Ada tiga waktu di mana Nabi SAW melarang kami mendirikan shalat atau menguburkan jenazah seseorang di antara kami: ketika matahari terbit sampai tinggi, ketika seseorang berdiri di tengah bayangannya sampai matahari tergelin cir, dan ketika matahari condong (seben tar lagi akan terbenam) sampai benarbenar terbenam" (HR Muslim).

Alhasil, terdapat dua waktu yang meng apit waktu dhuha: ketika matahari terbit sampai tinggi dan ketika sese orang berdiri di tengah bayangannya sam pai matahari tergelincir. Agar lebih praktis, Anda dapat menggunakan acuan berikut: diawali 15 menit sesudah terbit matahari dan diakhiri 15 menit sebelum waktu Dhuhur.

Kalau Anda ingin memilih waktu paling utama, sebaiknya menggunakan hadis ini sebagai rujukan. Al-Qasim asy- Syaibani berkata: "Zaid bin Arqam RA melihat beberapa orang mendirikan sha lat Dhuha". Kemudian Zaid berkata: "Seandainya mereka tahu, shalat Dhuha setelah waktu ini sebenarnya lebih utama".

Zaid melanjutkan, Rasulullah SAW bersabda: "Shalat awwabin adalah ketika anak unta mulai (merasa) kepanasan (tamradh al-fishal)" (HR Muslim). Awwabin adalah orang-orang yang memilih kembali kepada Allah. Sebagian ulama berpendapat: lantaran pada waktu tamradh al-fishal orang-orang cenderung memilih untuk berteduh/beristirahat.

Tidak demikian dengan awwabin, mereka justru menggunakan waktunya untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan cara mendirikan shalat. Dengan begitu, Imam an-Nawawi menyimpulkan inilah waktu paling utama (afdhal) untuk mendirikan shalat Dhuha.

Dari Ummu Hani RA dia berkata: Sesungguhnya Nabi SAW pernah masuk ke rumahku pada hari penaklukkan Mak kah. Lalu, beliau mandi dan mendirikan shalat delapan rakaat. Saya tidak pernah melihat shalat yang lebih cepat dari pada shalat tersebut. Hanya saja beliau menyempurnakan rukuk dan sujud dengan sempurna. Shalat tersebut adalah Dhuha" (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat lain: "Sesungguhnya Nabi SAW dalam dua rakaat shalat Dhu ha membaca qul ya ayyuha al-kafirun dan qul huwa Allahu ahad (HR al-Uqaili). Hal senada terdapat dalam hadits riwayat ad-Dailami dari Abdullah bin Jarad.

Dalam hadis riwayat Ahmad dan Tir midzi dari Abu Hurairah RA shalat Dhuha dapat menghapus dosa sekali pun banyaknya laksana buih di lautan. Dalam hadis riwayat Abu asy-Syaikh dari Anas RA pahala shalat Dhuha di sisi Allah sama dengan pahala haji dan umrah yang diterima Allah (maqbul).

Dalam hadits riwayat Thabrani dari Abu Hurairah RA pahala shalat Dhuha akan mengantarkannya masuk surga me lalui pintu khusus bernama pintu adh-dhuha. Abu Hurairah RA berkata: Rasu lullah SAW bersabda: "Sesungguh nya di dalam surga ada pintu yang ber nama adh-Dhuha. Bila terjadi hari kia mat, ma laikat akan berseru: mana orang-orang yang dahulu melazimkan shalat Dhuha? Ini pintu untuk kalian. Ma ka, masuklah mereka ke dalamnya de ngan rahmat Allah" (HR ad-Dailami).


Oleh: Mahmud Yunus

-- REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --

Senin, 18 Januari 2016

MENJENGUK ORANG SAKIT DAN ZIARAH KUBUR



Aku kira kesulitan ekonomi ini penderitaan yang amat berat,
Ternyata ketika aku berada di Rumah sakit….
disana lebih banyak penderitaan yang lebih berat dari sekedar kesulitan ekonomi

Aku kira kesulitan sandang ini penderitaan yang amat berat,
Ternyata ketika aku berada di rumah sakit…
Banyak yang memiliki cukup sandang tetapi tidak punya kemampuan untuk menggunakannya karena terkapar sakit

Aku kira kesulitan pangan ini penderitaan yang amat berat,
Ternyata ketika aku berada di rumah sakit…
Disana disediakan cukup makanan bagi pasien tetapi mereka tak mampu memakannya karena penyakit yang diderita

Aku kira kelaparan itu penderitaan yang amat berat,
Ternyata ketika aku berada di rumah sakit…
Walau makanan di hantarkan sampai ke mulutnya lebih banyak orang  tak mampu untuk menelannya

Sungguh kesakitan itu lebih berat dari penderitaan kesulitan ekonomi, kekurangan sandang, dan pangan..
Ketika kita sehat masih pantaskah kita berkeluh kesah..
Fabi ayyi a laa irobbikuma tukadzibaan. Maka nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan ?

Ketika Allah angkat kesehatan dari tubuhku,
Jangankan untuk bersujud, bergerak saja tubuh ini merasakan kesakitan yang amat sangat

Ketika Allah angkat kesehatan dari tubuhku,
Jangankan pergi ke masjid, turun dari ranjang ini pun aku tak kuasa

Ketika Allah angkat kesehatan dari tubuhku,
Jangankan ke majelis taklim, untuk ke WC pun aku tak mampu

Sungguh banyak kesempatan yang aku sia-siakan ketika sehat,
Fabi ayyi a laa irobbikuma tukadzibaan. Maka nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?

Sungguh,
Menengok orang  sakit dan ziarah kubur menjadi pelajaran bagi kita..
Jangan terlena dengan tubuh sehat, jangan terlena oleh usia muda..
Karena syarat mati tidak mesti sakit dan ia tidak mesti tua..
Jangan tertipu oleh usia muda dan jangan terpedaya oleh badan yang sehat..

Gunakan kesempatan dan kesehatanmu  dalam kebaikan

untuk saudaraku Iwan Siswandi yang terbaring di rumah sakit, 18 Jan 2016

Jumat, 15 Januari 2016

JENIS-JENIS TEMAN




JENIS-JENIS TEMAN
1.       Teman atas dasar asas manfa'at.
2.       Teman untuk bersenang-senang.
3.       Teman yang utama.

Siapakah mereka?

Teman atas dasar asas manfa'at.
Dialah yang berteman denganmu ketika dia dapat mengambil manfaat darimu berupa harta, kedudukan, dsb. Jika dia tidak lagi mengambil manfaat darimu, dia akan membelakangimu, seolah-olah dia tidak pernah mengenalmu & engkau tidak pernah mengenalnya, betapa banyaknya teman seperti ini.
وَمِنْهُمْ مَنْ يَلْمِزُكَ فِي الصَّدَقاتِ فَإِنْ أُعْطُوا مِنْها رَضُوا وَإِنْ لَمْ يُعْطَوْا مِنْها إِذا هُمْ يَسْخَطُونَ 58)

Teman untuk bersenang-senang.
Dialah yang berteman denganmu karena ingin bersenang-senang denganmu dalam percakapan dan pergaulan, namun dia tidak bermanfaat bagimu & tidak ingin memberimu faidah berteman dengannya. Berteman dengannya hanyalah menghabiskan waktu, hindarilah teman seperti ini.

Teman yang utama.
Dia membawamu kepada kebaikan dan melarangmu dari keburukan.
Dia membuka pintu kebaikan dan menunjukkanmu padanya.
Bila engkau tergelincir, maka dia menyelamatkanmu dengan cara yang tidak menjatuhkan kemuliaannya.

{Syaikh Bakr Abu Zaid Rahimahullâh dalam kitabnya "Hilyah thaalib al-'ilm" (hiasan bagi para penuntut ilmu), hal.23}

 Amirul Mukminin Umar bin Khaththab RadhiyAllâhu 'Anhu berkata:
"Tiada setelah ni'mat islam yang lebih baik daripada ni'mat seorang teman yang shalih, jika kalian menemukan cinta itu pada temannya, maka hendaklah dia berpegang erat dengannya."

Al-Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i Rahimahullâh berkata:
"Jika engkau mempunyai teman yang membantumu kepada keta'atan, maka eratkanlah peganganmu padanya, karena mendapatkan teman itu sulit, sedangkan berpisah darinya sangat mudah."

KEBAHAGIAN SEJATI




Disaat kita memakai jam tangan seharga Rp 500.000,- atau Rp  500.000.000,-,  ke dua jam itu menunjukkan waktu yg sama.

Ketika kita membawa tas atau dompet seharga Rp 500.000,- atau Rp 500.000.000,-, keduanya sama2 dapat membantumu membawa sebagian barang/uang.

Waktu kita tinggal di rumah seluas 50 m2 atau 5.000 m2, kesepian yg kita alami tetaplah sama.

Ketika kita terbang dengan first class atau ekonomi class, maka saat pesawat terbang jatuh maka kita pun ikut jatuh.

Kebahagiaan sejati bukan datang dari harta duniawi.

Jadi ketika kita memiliki pasangan, anak, saudara, teman dekat, teman baru dan lama...

Lalu kita ngobrol, bercanda, tertawa, bernyanyi, bercerita  tentang berbagai hal, berbagi suka dan duka, itulah kebahagiaan sesungguhnya.

Hal penting yang patut di renungkan dlm hidup:

1. Jangan mendidik anakmu untuk terobsesi  menjadi kaya. Didiklah mereka menjadi bahagia. Sehingga saat mereka tumbuh dewasa mereka menilai segala sesuatu bukan dari harganya.

2. Kata2 yg terbaik di Inggris:
"Makan makananmu sebagai obat. Jika tidak, kamu akan makan obat2an sbg makanan."

3. Seseorang yg mencintaimu tak akan pernah meninggalkanmu walaupun ada 100 alasan untuk menyerah, dia akan menemukan 1 alasan untuk bertahan.

4. Banyak sekali perbedaan antara "Human Being & Being Human" (manusia & menjadi manusia).
Hanya yg bijak yang mengerti tentang itu.

5. Hidup itu antara
"B" birth (lahir) dan "D" death (mati), diantara nya adalah ada "C" choice (pilihan) hidup yg kita jalani, keberhasilannya ditentukan oleh setiap pilihan kita.

Jika kamu mau berjalan cepat, Jalanlah sendirian. Tetapi Jika kamu ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama-sama.

6. Ada 6 dokter terbaik,

1. Keluarga.
2. Istirahat yg cukup.
3. Olahraga.
4. Makanan yg sehat.
5. Teman.
6. Tertawa dan senyum.

Pelihara semua itu dlm semua tingkatan kehidupan & kenikmatannya..!

Hidupi kehidupan dalam tersenyum bahagia    

MEMAHAMI TENTANG REZEKI




Aku melihat hidupnya begitu indah,
Ternyata ia hanya menutupi kekurangannya tanpa berkeluh kesah..


Aku melihat hidupnya tak ada pedih,
Ternyata ia  menutupi semua itu dengan mensyukuri..

Aku melihat hidupnya tanpa ujian,
Ternyata ia begitu menikmati badai hujan..

Aku melihat hidupnya begitu sempurna,
Ternyata ia hanya menjadi apa adanya..

Aku melihat hidupnya sungguh beruntung,
Ternyata ia tunduk pada Allah untuk bergantung..

Aku belajar memahami dan mengamati setiap hidup orang yang aku temui..
Ternyata aku yang kurang mensyukuri..
Bahwa di belahan dunia lain masih ada dan masih banyak yang belum seberuntung yang aku miliki..

Dan satu hal yang aku ketahui, bahwa Allahu Rabbi tak pernah mengurangi..
Hanya aku lah yang masih saja mengkufuri takdir  Ilahi...

Maka jangan iri hati dengan Rezeki orang lain..
Mungkin engkau tak tahu dimana rezekimu.. Tapi rezekimu tahu dimana dirimu..
Dari lautan luas, dari dalam perut bumi dan dari gunung yang tinggi, Allah Ta'ala memerintahkannya menuju kepadamu...
Allah Ta'ala menjamin rezekimu, sejak 4 bulan 10 hari engkau dalam kandungan ibumu..

Amatlah keliru bila bertawakkal rezeki dimaknai dari hasil bekerja..
Karena bekerja adalah ibadah, sedang rezeki itu urusan-Nya..

Melalaikan kebenaran demi menghawatirkan apa yang dijamin-Nya, adalah kekeliruan berganda..
Manusia membanting tulang, demi angka simpanan gaji, yang mungkin esok akan ditinggal mati..

Mereka lupa bahwa hakekat rezeki bukan apa yang tertulis dalam angka,
tapi apa yang telah dinikmatinya dan dibelanjakannya di jalan Allah.

Rezeki tak selalu terletak pada pekerjaan kita, Allah menaruh sekehendak-Nya..
Diulang bolak balik 7x shafa dan marwa, tapi zamzam justru muncul dari kaki bayinya..
Ikhtiyar itu perbuatan.. Rezeki itu kejutan..
Dan jangan lupa, tiap hakekat rezeki akan ditanya..
"Darimana dan untuk apa"
Karena rezeki adalah "hak pakai",
Halalnya dihisab.. Haramnya diadzab..!
dan semua ada pertanggungan jawab

Maka, jangan engkau iri pada rezeki orang lain..
Bila engkau iri pada rezekinya, engkau juga harus iri pada takdir matinya..

Karena Allah Ta'ala membagi rezeki dan usia ummatnya, tanpa bisa tertukar satu dan yang lain..!

Jangan takut akan urusan duniamu karena Allah Rabbul Jalil menjaminnya walau ia makhluk melata
tapi takutlah akan urusan akhiratmu karena kamu tidak tahu takdir matimu...
Apakah khusnul khotimah apakah Su'ul khotimah

semangat mengejar rejeki!
Allah dulu Allah lagi Allah terus