Jumat, 20 Oktober 2017

CARILAH MAKHLUK YANG LEBIH HINA DARI DIRIMU



 

"CARILAH MAKHLUK YANG LEBIH HINA DARI DIRIMU"

 Di sebuah pondok pesantren, terdapat seorang santri yang tengah menuntut ilmu pada seorang Kyai Sudah bertahun-tahun lamanya si santri belajar Hingga tibalah saat dimana dia akan diperbolehkan pulang untuk mengabdi kepada masyarakat

 Sebelum kang Santri tersebut pulang, Kyai memberinya satu ujian untuk membuktikan bahwa si Santri benar-benar sudah matang ilmunya dan siap menghadapi kehidupan diluar Pesantren

 Pak Kyai kemudian berkata pada Kang santri

"Sebelum kamu pulang, dalam tiga hari ini, aku ingin meminta kamu mencarikan seorang ataupun makhluk yang lebih hina dan buruk dari kamu, “ujar sang Kyai

 “Tiga hari itu terlalu lama Kyai, hari ini aku bisa menemukan banyak orang atau makhluk yang lebih buruk daripada saya,”jawab Santri penuh percaya diri

 Sang Kyai tersenyum seraya mempersilakan muridnya membawa seorang ataupun makhluk itu kehadapannya.

Santri keluar dari ruangan Kyai dengan semangat, ”hem, ujian yang sangat gampang!”

 Hari itu juga, si Santri berjalan menyusuri jalanan ibu kota Di tengah jalan, dia menemukan seorang pemabuk berat Menurut pemilik warung yang dijumpainya, orang tersebut selalu mabuk-mabukan setiap hari Pikiran si Santri sedikit tenang, dalam hatinya dia berkata, 

 “ähay pasti dia orang yang lebih buruk dariku, setiap hari dia habiskan hanya untuk mabuk-mabukan, sementara aku selalu rajin beribadah”

Dalam perjalanan pulang Si santri kembali berpikir,

" Sepertinya si pemabuk itu belum tentu lebih buruk dari aku , sekarang dia mabuk-mabukan tapi siapa yang tahu di akhir hayatnya Allah justru mendatangkan hidayah hingga dia bisa khusnul Khotimah, sedangkan aku yang sekarang rajin ibadah, kalau diakhir hayatku, Allah justru menghendaki Suúl Khotimah, bagaimana? “Huuh… berarti pemabuk itu belum tentu lebih jelek dari aku,”ujarnya bimbang

 "Amal dilihat awalnya, Manusia dilihat akhirnya"

Kang Santri kemudian kembali melanjutkan perjalanannya mencari orang atau makhluk yang lebih buruk darinya Di tengah perjalanan, dia menemukan seekor anjing yang menjijikkan karena selain bulunya kusut dan bau, anjing tersebut juga menderita kudisan 

“Akhirnya ketemu juga makhluk yang lebih jelek dari aku, anjing tidak hanya haram, tapi juga kudisan dan menjijikkan,” teriak santri dengan girang

 Dengan menggunakan karung, si Santri membungkus anjing tersebut hendak dibawa ke Pesantren, Namun ditengah jalan tiba-tiba dia kembali berpikir, 

“anjing ini memang buruk rupa dan kudisan, namun benarkah dia lebih buruk dari aku?” Oh tidak, kalau anjing ini mati, dia tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dilakukannya di dunia, sedangkan aku harus mempertanggungjawabkan semua perbuatan selama di dunia dan bisa jadi aku akan masuk ke neraka 

 Akhirnya si santri menyadari bahwa dirinya belum tentu lebih baik dari anjing tersebut

 Hari semakin sore, Sang Santri masih mencoba kembali mencari orang atau makluk yang lebih jelek darinya Namun hingga malam tiba, dia tak jua menemukannya Lama sekali dia berpikir, hingga akhirnya dia memutuskan untuk pulang ke Pesantren dan menemui sang Kyai

“Bagaimana Anakku, apakah kamu sudah menemukannya?” tanya sang Kyai

“Sudah, Kyai,”jawabnya seraya tertunduk “Ternyata diantara orang atau makluk yang menurut saya sangat buruk, saya tetap paling buruk dari mereka,” ujarnya perlahan

Mendengar jawaban sang Murid, kyai tersenyum lega,

”alhamdulillah kamu dinyatakan lulus dari pondok pesantren ini, anakku,”ujar Kyai terharu 

Kemudian Kyai berkata "Selama kita hidup di Dunia, jangan pernah bersikap sombong dan merasa lebih baik atau mulia dari orang ataupun makhluk lain.

Kita tidak pernah tahu, bagaimana akhir hidup yang akan kita jalani... 

Bisa jadi sekarang kita baik dan mulia, tapi diakhir hayat justru menjadi makhluk yang seburuk-buruknya... 

Bisa jadi pula sekarang kita beriman, tapi di akhir hayat, setan berhasil memalingkan wajah kita hingga melupakan-Nya

Kamis, 19 Oktober 2017

MUTIARA HIKMAH



 

Kata Mutiara 1:

 

"Orang-orang yang menguji kesabaran Anda sesungguhnya adalah berkah. Tanpa mereka, Anda tidak akan bisa berlatih sabar."

 

 Kata Mutiara 2

 

"Ketika Anda sedang menghadapi sesuatu yang buruk dan mulai bertanya-tanya 'dimanakah Allah?'. Ingatlah bahwa saat sedang ujian, guru selalu diam."

 

  Kata Mutiara 3:

 

"Bila Anda berada dalam posisi untuk membantu seseorang, berbahagialah! karena Allah sedang menjawab doa orang itu melalui Anda."

 

 Kata Mutiara 4

 

"Anda tahu apa yang Quran ajarkan kepada saya? Quran mengajarkan kepada saya bahwa orang yang sangat kaya bisa menjadi sebuah kegagalan (Firaun) dan seorang tunawisma bisa menjadi sukses (Nabi Ibrahim). Ini mengajarkan kepada saya bahwa kesuksesan tidak ada hubungannya dengan kekayaan dan kegagalan tidak ada hubungannya dengan kemiskinan."

 

 Kata Mutiara 5

 

"Bila Anda tidak sabar, Anda mulai mengeluh. Dan fakta bahwa Anda mengeluh adalah pertanda bahwa Anda tidak bersyukur."

 

 Kata Mutiara 6

 

"Anda tidak bisa mengubah tingkah laku seseorang, yang bisa Anda lakukan hanyalah mengingatkan mereka, dan berharap Allah akan mengubah hati mereka."

 

 Kata Mutiara 7

 

"Jangan memaksakan agama pada keluarga Anda. Tunjukkan pada mereka keindahan Agama melalui tingkah laku Anda."

 

 Kata Mutiara 8

 

"Saya bersyukur karena memeluk sebuah agama yang secara alami dapat menyesuaikan diri dengan perubahan zaman namun memiliki nilai dan prinsip abadi."

 

 Kata Mutiara 9

 

"Setiap kesuksesan yang Anda alami adalah kombinasi dari dua hal: usaha Anda dan pertolongan Allah. Bila Anda tidak melakukan usaha yang cukup, Allah tidak akan memberikan barakah-Nya. Dan terkadang Anda bisa melakukan banyak usaha tapi Anda mungkin tidak mendapat hasil yang Anda harapkan. Itu juga merupakan barakah Allah."

 

 Kata Mutiara 10

 

"Tidak ada yang salah dengan memiliki pekerjaan bagus, tidak ada salahnya memiliki rumah yang bagus, tidak ada yang salah dengan itu. Yang salah adalah ketika hal itu menjadi tujuan utama Anda."

Senin, 02 Oktober 2017

NERAKA JAHANNAM




NERAKA JAHANNAM, 
MENDENGAR KISAHNYA SAJA RASULULLAH MENANGIS DAN PINGSAN

Yazid Ar raqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibril datang kepada Rasulullah pada waktu yang ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh Rasululah SAW: “Mengapa aku melihat kau berubah muka (wajah)?” Jawabnya: “Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu teramat pedih, sehingga ia bersenang-senang  sebelum ia merasa aman daripadanya”.

Lalu Rasullulah SAW bersabda: “Ya Jibril, jelaskan padaku sifat Jahannam”. Jawabnya: “Ya. Ketika Allah menjadikanJahannam, maka dinyalakan selama 1000 tahun sehingga merah, kemudian dilanjutkan 1000 tahun sehingga putih, kemudian 1000 tahun sehingga hitam, lalu menjadi hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya.

Demi Allah, andaikan terbuka sebesar lubang jarum niscaya akan dapat membakar semua penduduk dunia karena panasnya. Demi Allah, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi niscaya akan mati penduduk bumi karena panasnya. Demi Allah, andaikan satu pergelangan dari rantai yang disebut dalam Al-Quran itu diletakkan di atas bukit, niscaya akan cair sampai ke bawah bumi yg ke 7.

Demi Allah, andaikan seorang di ujung barat tersiksa, niscaya akan terbakar orang-orang yang di ujung timur karena sangat panasnya. Jahannam itu sangat dalam, perhiasannya besi dan minumannya air panas bercampur nanah, dan pakaiannya adalah potongan-potongan api. Api neraka itu ada 7 pintu, jarak antar pintu sejauh 70 tahun, dan tiap pintu panasnya 70 kali dari pintu yg lain”.

Dikatakan dalam Hadith Qudsi: “Bagaimana kamu masih dapat  melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahariKu. Tahukah kamu bahwa neraka jahanamKu itu: mempunyai 7 tingkat. Setiap tingkat mempunyai 70.000 daerah.

Setiap daerah mempunyai 70.000 kampung.
Setiap kampung mempunyai 70.000 rumah.
Setiap rumah mempunyai 70.000 bilik.
Setiap bilik mempunyai 70.000 kotak.
Setiap kotak mempunyai 70.000 batang pokok zaqqum.

Di bawah setiap pokok zaqqum mempunyai 70.000 ekor ular.
Di dalam mulut setiap ular yang panjangnya 70 hasta mengandung lautan racun yang hitam pekat.
Dan di bawah setiap pokok zaqqum terdapat 70.000 rantai. Setiap rantai diseret oleh 70.000 malaikat”.

“Api yang ada sekarang ini, yang digunakan bani Adam untuk membakar hanyalah 1/70 dari api neraka jahannam” (HR. Bukhari-Muslim).

“Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka akan mendengar kegeraman dan suara nyalanya”. (QS. Al-Furqan: 11).

“Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya, mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak, ”. (QS. Al-Mulk: 7).
 
Air di jahannam adalah hamim (air panas yang menggelegak), anginnya adalah samum (angin yang amat panas), sedang naungannya adalah yahmum (naungan berupa potongan-potongan asap hitam yang sangat panas) (Lihat QS. Al-Waqi’ah: 41-44).

Rasulullah SAW meminta Jibril untuk menjelaskan satu per satu mengenai pintu-pintu neraka tersebut.

“Pintu pertama dinamakan Hawiyah (arti harfiahnya: jurang), yang diperuntukkan bagi kaum munafik dan kafir. Pintu ke 2 dinamakan Jahim, yang diperuntukkan bagi kaum musyrikin; Pintu ke 3 dinamakan Saqar, yang diperuntukkan bagi kaum shobiin atau penyembah api; Pintu ke 4 dinamakan Ladha, diperuntukkan bagi iblis dan para pengikutnya; Pintu ke 5 dinamakan Huthomah (artinya: menghancurkan hingga berkeping- keping), diperuntukkan bagi kaum Yahudi; Pintu ke 6 dinamakan Sa’ir (arti harfiahnya: api yang menyala-nyala), diperuntukkan bagi kaum kafir.

Rasulullah bertanya: “Bagaimana dengan pintu ke 7?” Sejenak malaikat Jibril seperti ragu untuk menyampaikan siapa yang akan menghuni pintu ketujuh. Akan tetapi Rasulullah SAW mendesaknya sehingga akhirnya Malaikat Jibril mengatakan,

“Pintu ke 7 diperuntukkan bagi umatmu yang berdosa besar dan meninggal sebelum mereka mengucapkan kata taubat”.

Mendengar penjelasan yang mengagetkan itu, Rasulullah SAW pun langsung pingsan, Jibril lalu meletakkan kepala Rasulullah SAW di pangkuannya sehingga sadar kembali dan sesudah sadar beliau bersabda: “Ya Jibril, sungguh besar kerisauan dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari umat ku yang akan masuk ke dalam neraka?” 

Jawabnya:
“Ya, yaitu orang yg berdosa besar dari umatmu.” Nabi Muhammad lalu menangis , Jibril pun ikut menangis. Kemudian nabi SAW langsung masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang. Setelah kejadian itu, beliau tidak berbicara dengan siapapun selama beberapa hari, dan ketika sholat beliau pun menangis dengan tangisan yang sangat memilukan. Karena tangisannya ini, semua sahabat ikut menangis,

kemudian mereka bertanya: “Mengapa beliau begitu berduka?” Namun beliau tidak menjawab.
Sayyidah Fathimah az-Zahra melihat beliau karena tangisan yang tiada henti. Wajah Nabi menjadi pucat dan pipinya menjadi cekung. Sebagaimana yang diceritakan oleh Kasyfi, bahwa bumi tempat beliau duduk telah basah dengan air mata.

Sayyidah Fathimah as berkata kepada ayahnya, semoga hidupku menjadi tebusanmu, “Mengapa Ayahanda menangis?”

Nabi SAW menjawab: “Ya Fathimah, mengapa aku tidak boleh menangis? Karena sesungguhnya Jibril telah menyampaikan kepadaku sebuah ayat yang menggambarkan kondisi neraka. Neraka itu mempunyai 7 pintu, dan pintu- pintunya mempunyai 70.000 celah api. Pada setiap celah ada 70.000 peti mati dari api, dan setiap peti berisi 70.000 jenis azab”.

Setelah mendengar ucapan tersebut, para sahabat Nabi menangis dan meratap, “Derita perjalanan alam akhirat sangat jauh, sedangkan perbekalan sangat sedikit”.

Sementara sebagian lagi menangis dan meratap, “Seandainya ibuku tidak melahirkanku, maka aku tidak akan mendengar tentang azab ini”.

Ammar bin Yasir berkata, “Andaikan aku seekor burung, tentu aku tidak akan ditahan (di hari kiamat) untuk di hisab”.

Bilal yang tidak hadir di sana datang kepada Salman dan bertanya sebab-sebab duka cita itu. Salman menjawab: “Celakalah engkau dan aku, Sesungguhnya kita akan mendapat pakaian dari api, sebagai pengganti dari pakaian katun ini dan kita akan diberi makan dengan zaqqum (pohon beracun di neraka).

Sungguh dialog yang sangat mengerikan. Para sahabat meratap dan menangis, bahkan Nabi dan malaikat Jibril pun menangis saat mengetahui tentang dahsyatnya siksa di neraka.

Bagaimana dengan kita?

Kamis, 24 Agustus 2017

Keutamaan orang yang Khusyu didalam sholatnya

jika doa jarang terkabul


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاَةَ فَاذْكُرُواْ اللّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ إِنَّ الصَّلاَةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا

Fa'idza qadloytumushshalata fadzkuruullaha qiyamawwaqu'uudawa'ala junuubikum fa'idza ithmanantum fa'aqiimuushshalata innashshalata kanat 'alalmu'miniina kitaban mawquutan

Artinya:
Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (Q.S. An-Nisa' ayat 103)

***

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاَةَ
Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu),

Menurut para ulama, golongan orang ini (telah meneyelesaikan sholat) adalah golongan orang awam yaitu sekedar menggugurkan kewajiban saja. (khusyu ada/tidak, di terima/tidak yang penting kewajiban sholatnya sudah selesai)


فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاَةَ فَاذْكُرُواْ اللّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ
Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring

Menurut ulama, orang yang sholatnya lebih khusus lagi yaitu apabila ia telah tuntas menunaikan sholatnya, ia senantiasa mengingat Allah baik waktu berdiri, duduk maupun berbaring.

Inilah golongan yang lebih khusus lagi yaitu dalam segala bentuk aktifitasnya ia senantiasa mengingat Allah

الصَّلاَةَ Assholah asal katanya الصِّلاَةٌ  Shilatun yang artinya terhubung dengan erat, tidak terpisahkan

Maka kenapa dinamakan Sholat ? karena kita beribadah untuk terhubung dengan Allah SWT. Jika dirinya merasa tersambung/terhubung dengan Allah dalam segala aktifitasnya setelah sholat, dijamin tidak akan keliru dalam segala aktiftasnya karena ia senantiasa merasa diawasi oleh Allah SWT

Orang-orang yang senantiasa mengingat Allah dalam segala aktifitasnya maka Allah akan senantiasa mengingat dirinya.
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ  [البقرة : 152]
“ Maka ingatlah kepada Ku, niscaya Aku akan ingat kepadamu, Bersyukurlah kepada Ku  ,Dan janganlah kamu  ingkar kepada Ku “. ( Qs. Al Baqarah : 152)

Al Qur’memberikan jaminan kepada orang-orang yang senantiasa mengingat Allah (mendirikan sholat) akan diberikan 5 keutamaan :

1.      dijamin menjadi orang yang baik

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.


2.      Dijamin oleh Allah diberikan ketentraman didalam jiwanya

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain  Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.

Orang yang senantiasa mengingat Allah, senantiasa hatinya tentram.
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Arrad 28)

3.      Dimudahkan segala urusannya dan dilancarkan rizkinya

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (3)
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. Ath Tholaq: 2-3)

Bagaimana meningkatkan ketakwaan…
ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ  فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,
الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan/menyempurnakan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.

4.      Doanya dikabulkan

هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa".

فَنَادَتْهُ الْمَلَائِكَةُ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي فِي الْمِحْرَابِ أَنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَىٰ مُصَدِّقًا بِكَلِمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَسَيِّدًا وَحَصُورًا وَنَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَ
Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh".

Ketika Zakariya berdoa didalam sholatnya sedangkan sholatnya belumlah selesai Allah mengabulkan doa nya akan datangnya seorang putera yang bernama Yahya. Sedangkan Zakariya sudah tua dan istrinya mandul.


5.      Akan dijamin hidupnya sukses dan bahagia

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ
"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman," – (QS.23:1)
الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُونَ
"(yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalat-nya," – (QS.23:2)

Jika hidup tidak tentram, doa jarang terkabul bagaimana jawaban al quran

Jika ada orang yang sholat tetapi didalam kehidupannya, belum ada  satupun dari kelima hal diatas  yang hadir didalam kehidupan kita maka penyebabnya bisa 1 diantara 2 hal dibawah ini :
1.      Tidak khusyu didalam sholat (24:22)
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ  وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', (Al baqarah 45)
الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (Al baqarah 46)



2.      Kebanyakan orang sholat tidak paham, tidak mengerti apa yang dibaca dan dilakukan didalam sholatnya 


usia sudah 40 tahun tapi masih tidak mengerti apa yang dibaca didalam sholat..