Jumat, 20 Oktober 2017
Kamis, 19 Oktober 2017
MUTIARA HIKMAH
Kata Mutiara 1:
"Orang-orang yang menguji kesabaran Anda sesungguhnya adalah berkah. Tanpa mereka, Anda tidak akan bisa berlatih sabar."
Kata Mutiara 2
"Ketika Anda sedang menghadapi sesuatu yang buruk dan mulai bertanya-tanya 'dimanakah Allah?'. Ingatlah bahwa saat sedang ujian, guru selalu diam."
Kata Mutiara 3:
"Bila Anda berada dalam posisi untuk membantu seseorang, berbahagialah! karena Allah sedang menjawab doa orang itu melalui Anda."
Kata Mutiara 4
"Anda tahu apa yang Quran ajarkan kepada saya? Quran mengajarkan kepada saya bahwa orang yang sangat kaya bisa menjadi sebuah kegagalan (Firaun) dan seorang tunawisma bisa menjadi sukses (Nabi Ibrahim). Ini mengajarkan kepada saya bahwa kesuksesan tidak ada hubungannya dengan kekayaan dan kegagalan tidak ada hubungannya dengan kemiskinan."
Kata Mutiara 5
"Bila Anda tidak sabar, Anda mulai mengeluh. Dan fakta bahwa Anda mengeluh adalah pertanda bahwa Anda tidak bersyukur."
Kata Mutiara 6
"Anda tidak bisa mengubah tingkah laku seseorang, yang bisa Anda lakukan hanyalah mengingatkan mereka, dan berharap Allah akan mengubah hati mereka."
Kata Mutiara 7
"Jangan memaksakan agama pada keluarga Anda. Tunjukkan pada mereka keindahan Agama melalui tingkah laku Anda."
Kata Mutiara 8
"Saya bersyukur karena memeluk sebuah agama yang secara alami dapat menyesuaikan diri dengan perubahan zaman namun memiliki nilai dan prinsip abadi."
Kata Mutiara 9
"Setiap kesuksesan yang Anda alami adalah kombinasi dari dua hal: usaha Anda dan pertolongan Allah. Bila Anda tidak melakukan usaha yang cukup, Allah tidak akan memberikan barakah-Nya. Dan terkadang Anda bisa melakukan banyak usaha tapi Anda mungkin tidak mendapat hasil yang Anda harapkan. Itu juga merupakan barakah Allah."
Kata Mutiara 10
"Tidak ada yang salah dengan memiliki pekerjaan bagus, tidak ada salahnya memiliki rumah yang bagus, tidak ada yang salah dengan itu. Yang salah adalah ketika hal itu menjadi tujuan utama Anda."
Senin, 02 Oktober 2017
NERAKA JAHANNAM
NERAKA JAHANNAM,
MENDENGAR KISAHNYA SAJA RASULULLAH MENANGIS
DAN PINGSAN
Yazid Ar raqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibril
datang kepada Rasulullah pada waktu yang ia tidak biasa datang dalam keadaan
berubah mukanya, maka ditanya oleh Rasululah SAW: “Mengapa aku melihat kau
berubah muka (wajah)?” Jawabnya: “Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat
Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi
orang yang mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, siksa kubur itu benar,
dan siksa Allah itu teramat pedih, sehingga ia bersenang-senang sebelum ia merasa aman
daripadanya”.
Lalu Rasullulah SAW bersabda: “Ya Jibril, jelaskan padaku
sifat Jahannam”. Jawabnya: “Ya. Ketika Allah menjadikanJahannam, maka
dinyalakan selama 1000 tahun sehingga merah, kemudian dilanjutkan 1000 tahun
sehingga putih, kemudian 1000 tahun sehingga hitam, lalu menjadi hitam gelap,
tidak pernah padam nyala dan baranya.
Demi Allah, andaikan terbuka sebesar lubang jarum niscaya
akan dapat membakar semua penduduk dunia karena panasnya. Demi Allah, andaikan
satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi niscaya akan mati
penduduk bumi karena panasnya. Demi Allah, andaikan satu pergelangan
dari rantai yang disebut dalam Al-Quran itu diletakkan di atas bukit, niscaya
akan cair sampai ke bawah bumi yg ke 7.
Demi Allah, andaikan seorang di ujung barat tersiksa,
niscaya akan terbakar orang-orang yang di ujung timur karena sangat panasnya.
Jahannam itu sangat dalam, perhiasannya besi dan minumannya air panas bercampur
nanah, dan pakaiannya adalah potongan-potongan api. Api neraka itu ada 7 pintu,
jarak antar pintu sejauh 70 tahun, dan tiap pintu panasnya 70 kali dari pintu
yg lain”.
Dikatakan dalam Hadith Qudsi: “Bagaimana kamu masih dapat
melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik
matahariKu. Tahukah kamu bahwa neraka jahanamKu itu: mempunyai 7 tingkat.
Setiap tingkat mempunyai 70.000 daerah.
Setiap daerah mempunyai 70.000 kampung.
Setiap kampung mempunyai 70.000 rumah.
Setiap rumah mempunyai 70.000 bilik.
Setiap bilik mempunyai 70.000 kotak.
Setiap kotak mempunyai 70.000 batang pokok zaqqum.
Di bawah setiap pokok zaqqum mempunyai 70.000 ekor ular.
Di dalam mulut setiap ular yang panjangnya 70 hasta
mengandung lautan racun yang hitam pekat.
Dan di bawah setiap pokok zaqqum terdapat 70.000 rantai.
Setiap rantai diseret oleh 70.000 malaikat”.
“Api yang ada sekarang ini, yang digunakan bani Adam untuk
membakar hanyalah 1/70 dari api neraka jahannam” (HR. Bukhari-Muslim).
“Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh,
mereka akan mendengar kegeraman dan suara nyalanya”. (QS. Al-Furqan: 11).
“Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya, mereka mendengar
suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak, ”. (QS. Al-Mulk: 7).
Air di jahannam adalah hamim (air panas yang menggelegak),
anginnya adalah samum (angin yang amat panas), sedang naungannya adalah yahmum
(naungan berupa potongan-potongan asap hitam yang sangat panas) (Lihat QS.
Al-Waqi’ah: 41-44).
Rasulullah SAW meminta Jibril untuk menjelaskan satu per
satu mengenai pintu-pintu neraka tersebut.
“Pintu pertama dinamakan Hawiyah (arti harfiahnya: jurang),
yang diperuntukkan bagi kaum munafik dan kafir. Pintu ke 2 dinamakan Jahim,
yang diperuntukkan bagi kaum musyrikin; Pintu ke 3 dinamakan Saqar, yang
diperuntukkan bagi kaum shobiin atau penyembah api; Pintu ke 4 dinamakan Ladha,
diperuntukkan bagi iblis dan para pengikutnya; Pintu ke 5 dinamakan Huthomah
(artinya: menghancurkan hingga berkeping- keping), diperuntukkan bagi kaum
Yahudi; Pintu ke 6 dinamakan Sa’ir (arti harfiahnya: api yang menyala-nyala),
diperuntukkan bagi kaum kafir.
Rasulullah bertanya: “Bagaimana dengan pintu ke 7?” Sejenak
malaikat Jibril seperti ragu untuk menyampaikan siapa yang akan menghuni pintu
ketujuh. Akan tetapi Rasulullah SAW mendesaknya sehingga akhirnya Malaikat
Jibril mengatakan,
“Pintu ke 7 diperuntukkan bagi umatmu yang berdosa besar dan
meninggal sebelum mereka mengucapkan kata taubat”.
Mendengar penjelasan yang mengagetkan itu, Rasulullah SAW
pun langsung pingsan, Jibril lalu meletakkan kepala Rasulullah SAW di
pangkuannya sehingga sadar kembali dan sesudah sadar beliau bersabda: “Ya
Jibril, sungguh besar kerisauan dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari
umat ku yang akan masuk ke dalam neraka?”
Jawabnya:
“Ya, yaitu orang yg berdosa besar dari umatmu.” Nabi
Muhammad lalu menangis , Jibril pun ikut menangis. Kemudian nabi SAW langsung
masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang. Setelah
kejadian itu, beliau tidak berbicara dengan siapapun selama beberapa hari, dan
ketika sholat beliau pun menangis dengan tangisan yang sangat memilukan. Karena
tangisannya ini, semua sahabat ikut menangis,
kemudian mereka bertanya: “Mengapa beliau begitu berduka?”
Namun beliau tidak menjawab.
Sayyidah Fathimah az-Zahra melihat beliau karena tangisan
yang tiada henti. Wajah Nabi menjadi pucat dan pipinya menjadi cekung.
Sebagaimana yang diceritakan oleh Kasyfi, bahwa bumi tempat beliau duduk telah
basah dengan air mata.
Sayyidah Fathimah as berkata kepada ayahnya, semoga hidupku
menjadi tebusanmu, “Mengapa Ayahanda menangis?”
Nabi SAW menjawab: “Ya Fathimah, mengapa aku tidak boleh
menangis? Karena sesungguhnya Jibril telah menyampaikan kepadaku sebuah ayat
yang menggambarkan kondisi neraka. Neraka itu mempunyai 7 pintu, dan pintu-
pintunya mempunyai 70.000 celah api. Pada setiap celah ada 70.000 peti mati
dari api, dan setiap peti berisi 70.000 jenis azab”.
Setelah mendengar ucapan tersebut, para sahabat Nabi
menangis dan meratap, “Derita perjalanan alam akhirat sangat jauh, sedangkan
perbekalan sangat sedikit”.
Sementara sebagian lagi menangis dan meratap, “Seandainya
ibuku tidak melahirkanku, maka aku tidak akan mendengar tentang azab ini”.
Ammar bin Yasir berkata, “Andaikan aku seekor burung, tentu
aku tidak akan ditahan (di hari kiamat) untuk di hisab”.
Bilal yang tidak hadir di sana datang kepada Salman dan
bertanya sebab-sebab duka cita itu. Salman menjawab: “Celakalah engkau dan aku,
Sesungguhnya kita akan mendapat pakaian dari api, sebagai pengganti dari
pakaian katun ini dan kita akan diberi makan dengan zaqqum (pohon beracun di
neraka).
Sungguh dialog yang sangat mengerikan. Para sahabat meratap
dan menangis, bahkan Nabi dan malaikat Jibril pun menangis saat mengetahui
tentang dahsyatnya siksa di neraka.
Bagaimana dengan kita?
Kamis, 24 Agustus 2017
Keutamaan orang yang Khusyu didalam sholatnya
jika doa jarang terkabul
بِسْمِ اللهِ
الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاَةَ فَاذْكُرُواْ اللّهَ
قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُواْ
الصَّلاَةَ إِنَّ الصَّلاَةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا
Fa'idza
qadloytumushshalata fadzkuruullaha qiyamawwaqu'uudawa'ala junuubikum fa'idza
ithmanantum fa'aqiimuushshalata innashshalata kanat 'alalmu'miniina kitaban
mawquutan
Artinya:
Maka
apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri,
di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman,
maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah
fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (Q.S. An-Nisa'
ayat 103)
***
فَإِذَا
قَضَيْتُمُ الصَّلاَةَ
Maka apabila kamu
telah menyelesaikan shalat(mu),
Menurut
para ulama, golongan orang ini (telah meneyelesaikan sholat) adalah golongan
orang awam yaitu sekedar menggugurkan kewajiban saja. (khusyu ada/tidak, di
terima/tidak yang penting kewajiban sholatnya sudah selesai)
فَإِذَا
قَضَيْتُمُ الصَّلاَةَ فَاذْكُرُواْ اللّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى
جُنُوبِكُمْ
Maka apabila kamu
telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk
dan di waktu berbaring
Menurut
ulama, orang yang sholatnya lebih khusus lagi yaitu apabila ia telah tuntas
menunaikan sholatnya, ia senantiasa mengingat Allah baik waktu berdiri, duduk
maupun berbaring.
Inilah
golongan yang lebih khusus lagi yaitu dalam segala bentuk aktifitasnya ia
senantiasa mengingat Allah
الصَّلاَةَ
Assholah asal katanya الصِّلاَةٌ Shilatun yang artinya terhubung
dengan erat, tidak terpisahkan
Maka
kenapa dinamakan Sholat ? karena kita beribadah untuk terhubung dengan Allah
SWT. Jika dirinya merasa tersambung/terhubung dengan Allah dalam segala
aktifitasnya setelah sholat, dijamin tidak akan keliru dalam segala aktiftasnya
karena ia senantiasa merasa diawasi oleh Allah SWT
Orang-orang yang senantiasa mengingat Allah dalam segala
aktifitasnya maka Allah akan senantiasa mengingat dirinya.
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ
وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ [البقرة
: 152]
“ Maka ingatlah
kepada Ku, niscaya Aku akan ingat kepadamu, Bersyukurlah kepada Ku
,Dan janganlah kamu ingkar kepada Ku “. ( Qs. Al Baqarah : 152)
Al
Qur’memberikan jaminan kepada orang-orang yang senantiasa mengingat Allah
(mendirikan sholat) akan diberikan 5 keutamaan :
1.
dijamin menjadi orang yang baik
اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ
الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ
اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ
وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
Bacalah
apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah
shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan
mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar
(keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu
kerjakan.
2.
Dijamin oleh Allah diberikan
ketentraman didalam jiwanya
إِنَّنِي
أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ
لِذِكْرِي
Sesungguhnya Aku
ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat
untuk mengingat Aku.
Orang yang senantiasa mengingat Allah, senantiasa hatinya tentram.
الَّذِينَ
آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ
تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi
tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati
menjadi tenteram. (Arrad 28)
3.
Dimudahkan segala urusannya dan
dilancarkan rizkinya
وَمَنْ
يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا
يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ
بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (3)
“Barangsiapa
bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan
keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan
barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan
(keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya.
Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. Ath
Tholaq: 2-3)
Bagaimana meningkatkan ketakwaan…
ذَلِكَ
الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ ۛ هُدًى
لِلْمُتَّقِينَ
Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka
yang bertakwa,
الَّذِينَ
يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ
يُنْفِقُونَ
(yaitu)
mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan/menyempurnakan shalat,
dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.
4. Doanya dikabulkan
هُنَالِكَ
دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً
طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
Di sanalah
Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku
dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar
doa".
فَنَادَتْهُ الْمَلَائِكَةُ
وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي فِي الْمِحْرَابِ أَنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَىٰ
مُصَدِّقًا بِكَلِمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَسَيِّدًا وَحَصُورًا وَنَبِيًّا مِنَ
الصَّالِحِينَ
Kemudian
Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat
di mihrab (katanya): "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan
kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari
Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk
keturunan orang-orang saleh".
Ketika Zakariya
berdoa didalam sholatnya sedangkan sholatnya belumlah selesai Allah mengabulkan
doa nya akan datangnya seorang putera yang bernama Yahya. Sedangkan Zakariya
sudah tua dan istrinya mandul.
5. Akan dijamin hidupnya
sukses dan bahagia
قَدْ أَفْلَحَ
الْمُؤْمِنُونَ
"Sesungguhnya
beruntunglah orang-orang yang beriman," – (QS.23:1)
الَّذِينَ
هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُونَ
"(yaitu)
orang-orang yang khusyu' dalam shalat-nya," – (QS.23:2)
Jika hidup
tidak tentram, doa jarang terkabul bagaimana jawaban al quran
Jika
ada orang yang sholat tetapi didalam kehidupannya, belum ada satupun dari kelima hal diatas yang hadir didalam kehidupan kita maka
penyebabnya bisa 1 diantara 2 hal dibawah ini :
1. Tidak khusyu didalam
sholat (24:22)
وَاسْتَعِينُوا
بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا
لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang
demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', (Al baqarah
45)
الَّذِينَ
يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
(yaitu)
orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka
akan kembali kepada-Nya. (Al baqarah 46)
2. Kebanyakan orang sholat
tidak paham, tidak mengerti apa yang dibaca dan dilakukan didalam sholatnya
usia sudah 40 tahun tapi masih tidak mengerti apa yang dibaca didalam sholat..
Langganan:
Postingan (Atom)



