Selasa, 15 September 2015

UCAPAN BIASA TAPI BERBAHAYA



SEKILAS TERDENGAR BIASA TAPI BISA BERBAHAYA...

1. Saudara laki2nya bertanya saat kunjungan seminggu setelah ia melahirkan : " hadiah apa yang diberikan suamimu setelah engkau melahirkan?"

"tidak ada" jawabnya pendek.

saudara laki2 nya berkata lagi : "masa sih ... apa engkau tidak berharga disisinya? aku bahkan sering memberi hadiah istriku walau tanpa alasan yang istimewa"

siang itu ... ketika suaminya lelah pulang dari kantor menemukan istrinya merajuk dirumah, keduanya lalu terlibat pertengkaran.

sebulan kemudian antara suami istri ini terjadi perceraian.

dari mana sumber masalah ???

kalimat sederhana yang diucapkan saudara laki2 sang istri.

2. Saat arisan seorang ibu bertanya : "rumahmu ini apa tidak terlalu sempit ?? bukankah anak2 mu banyak ?"

rumah yang tadinya terasa lapang sejak saat itu mulai dirasa sempit oleh penghuninya.

ketenangan pun hilang saat keluarga ini mulai terbelit hutang kala mencoba membeli rumah besar dengan cara kredit ke bank .

3. Seorang teman bertanya : '' berapa gajimu sebulan kerja di toko si fulan ?"

ia menjawab : "1 juta rupiah"

"cuma 1 juta rupiah? sedikit sekali ia menghargai keringatmu. apa cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupmu ?" tanya temannya lagi

sejak saat itu ia jadi membenci pekerjaannya.

ia lalu meminta kenaikan gaji pada pemilik toko.

pemilik toko menolak dan mem PHK nya.

kini ia malah tidak berpenghasilan dan jadi pengangguran.

4. Seseorang bertanya pada kakek tua itu : "berapa kali anakmu mengunjungimu dalam sebulan ?"

si kakek menjawab : "sebulan sekali"

yang bertanya menimpali : " wah keterlaluan sekali anak2 mu itu .. diusia senjamu ini seharusnya mereka mengunjungimu lebih sering"

Hati si kakek menjadi sempit padahal tadinya ia amat rela terhadap anak2 nya.

ia jadi sering menangis dan ini memperburuk kesehatan dan kondisi badannya.

Apa sebenarnya keuntungan yang kita dapat ketika bertanya seperti pertanyaan2 diatas?

Jagalah diri dari mencampuri kehidupan orang lain.
Mengecilkan dunia mereka, menanamkan rasa tak rela pada apa yang mereka miliki, mengkritisi penghasilan dan keluarga mereka, dst.

Kita akan menjadi agen kerusakan dimuka bumi dengan cara ini.

Bila ada bom yang meledak cobalah intropeksi diri.

Bisa jadi kitalah yang menyalakan sumbu nya.

Tidak ada komentar: